Latest Event Updates

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Posted on

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 WUNGU KABUPATEN MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Disusun Oleh : SURTI YUMAINAH, S.Pd.
NIP. 19640904 198903 2 006

(Peserta Workshop Peningkatan Karier Guru MGMP PKn SMP Kab. Madiun Tahun 2013)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam upaya meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia, maka perlu penataan sistem pendidikan yang tentu disesuaikan dengan pembaharuan-pembaharuan secara menyeluruh, hal ini penting terutama dikaitkan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Bab II pasal 3 dinyatakan:
Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan Potensi Peserta Didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi Warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan dalam undang-undang tersebut perlu ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005, Bab I pasal 1 ayat 6 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyatakan sebagai berikut:
Standar Proses Pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, untuk setiap sekolah/madrasah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI).
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), perlu memperhatikan kepentingan dan kekhasan daerah, sekolah dan peserta didik. Model Pembelajaran dengan kurikulum yang disebutkan di atas adalah mengacu pada Pembelajaran Kreatif, siswa lebih aktif dalam pembelajaran sedangkan guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Artinya dalam pembelajaran guru mendorong siswa untuk berkreatif dalam pembelajaran dan guru menginformasikan materi pembelajaran, siswa diberi kesempatan untuk mengeksploitasikan (menggali) materi yang sedang dipelajari. Dengan demikian Model Pembelajaran Konvensional, dimana guru mendominasi dalam pembelajaran harus sudah ditinggalkan. Oleh sebab itu guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif, dan dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan. Dengan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Student Team Achievement Division (STAD) atau Pembagian Pencapaian Tim Siswa, menunjukkan salah satu Model Pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran tersebut.
Proses pembelajaran PKn dalam Kompetensi Dasar: Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara di kelas VIII A telah penulis lakukan dengan Metode Diskusi. Namun, hasil belajar siswa umumnya dibawah KKM, motivasi belajar siswa pun rendah, sebagian siswa tidak menjawab pertanyaan guru ketika ditanya, jarang ada siswa yang bertanya kepada guru mengenai penjelasan materi yang diajarkan, ketika guru memberikan ulangan individu masih banyak siswa yang menyontek. Selain permasalahan di atas suasana kelas masih cenderung parsial artinya ada pengelompokkan siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai.Berdasarkan uraian di atas terungkap bahwa Pembelajaran PKn di kelas VIII A masih kurang berhasil, minat belajar PKn kurang dan hasil belajar siswa belum sesuai standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu ada tindakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran PKn di kelas tersebut, yaitu dengan tetap menerapkan metode diskusi namun pelaksanaannya menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) atau Pembagian Pencapaian Tim Siswa.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar PKn melalui penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2013/2014?

C. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dan diperoleh melalui penelitian ini adalah :
1. Bagi guru PKn, memberikan wawasan tentang apa dan bagaimana menerapkan model pembelajaran tipe STAD.
2. Bagi sekolah, khususnya SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun, hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan positif dalam rangka meningkatkan proses pemebelajaran PKn .
3. Bagi pembaca, khususnya para guru, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Hasil Belajar
Belajar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Belajar adalah kegiatan beproses dan merupakan unsur yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan di lingkungan sekitarnya. Karena itu seseorang dikatakan belajar, bila dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Jadi dalam teori ini siswa belajar akan mendapatkan hasil belajar yaitu berupa perubahan kepribadian sebagai pola baru, misalnya pemahaman atau pengetahuan yang didapat dari proses pembelajaran.
Belajar berlangsung sepanjang hayat, karena belajar merupakan kebutuhan setiap manusia. Prinsip belajar sepanjang hayat yang dibuat oleh Komisi Delors dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terbagi 4 pilar, yaitu : (a) learning to know, yang berarti juga learning to learn; (b) learning to do; (c) learning to be; dan (d) learning to live together.
Dari segi psikologi, menurut Whitetherington psikologi yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, mengemukakan :
Belajar adalah suatu perubahan tindakan di dalam, kepribadian yang menyatakan diri sebagai pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan sikap kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.
Dalam proses belajar terdapat beberapa hal yang penting yaitu pengalaman, proses berpikir, dan perubahan tingkah laku. Pada proses belajar, siswa merupakan subyek sedangkan guru diharapkan sebagai fasilitator dan pembimbing. Agar terjadi proses belajar yang baik, dituntut adanya suatu Interaksi Multi Arah antara siswa dan guru. Setiap individu berperan aktif melibatkan diri dengan segala pemikiran dan kemauan untuk berinteraksi dengan lingkungannya.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan belajar adalah suatu aktifitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Setiap pembelajaran bermuara pada suatu hasil, sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil yang didapat dari sekolah harus dapat digunakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil belajar yang telah diperoleh disimpan dalam ingatan untuk kemudian digali dari ingatan bila dibutuhkan. Suatu pembelajaran dikatakan efektif bila proses pembelajaran tersebut dapat mewujudkan sasaran atau hasil belajar tertentu. Beraneka ragam tingkah laku yang diperoleh dalam belajar yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Pengertian dan konsep hasil belajar yang dikemukakan oleh ahli-ahli sedikit banyak dipengaruhi oleh aliran/teori yang dianutnya. Skinner dengan teori kondisioningnya memaparkan bahwa hasil belajar itu berupa respon baru (tingkah laku) yang baru. Dalam hal ini hasil belajar siswa dapat berupa respon atau tingkah laku baru yang membedakannya dengan sebelum siswa mengalami pembelajaran.
Menurut Abdurrahman yang dikutip oleh Asep Jihad, hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh kegiatan belajar. Dalam pembelajaran guru menetapkan tujuan belajar, siswa yang berhasil belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan permbelajaran. Menurut Benjamin S. Bloom ada tiga ranah (domain) hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

B. Pengetian Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran adalah suatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.
Menurut Slavin yang dikuitp oleh Isjoni, Cooperative Learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur heterogen.
Dilihat dari tugas penerapan pembelajaran kooperatif yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.
Dari berbagai tinjauan diatas pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, penerimaan terhadap keragaman. Model Pembelajaran Kooperatif agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial, serta pengembangan ketrampilan sosial yang artinya aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan idea tau pendapat.

C. Pengertian Tipe STAD (Student Team Achviement Division)
Ide dasar STAD adalah agar memotivasi siswa untuk saling bekerja sama dan membantu satu sama lain, baik dalam memahami materi maupun penyelesaian tugas dalam satu kelompok. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual, terutama terhadap siswa-siswi yang di dalam kinerja akademiknya lemah atau mainstream. STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu : a) Presentasi kelas, b) Tim, c) Kuis, d) Skor kemampuan individu dan e) Rekognisi Tim.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar PKn khusus dalam Kompetensi Dasar Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara di SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun, melalui model pembelajaran kooperatif dengan tipe Student Team Achievement Division (STAD) atau Pembagian Pencapaian Tim Siswa.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas VIII A pada SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2013.

C. Populasi Dan Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas VIII pada SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun sebanyak 24 orang.

D. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Metode Action Research (Penelitian Tindakan). Penelitian Tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah.
Penelitian ini dilakukan bersama-sama antara peneliti dan kolaborator yaitu guru PKn. Dalam penelitian tindakan peneliti menggunakan Desain Model Kurt Levin, dimana konsep pokok dari penelitian Levin terdiri dari empat siklus yaitu :
1. Perencanaan (Plain)
2. Tindakan (Action)
3. Pengamatan (Observation)
4. Refleksi (Reflection)

Siklus proses pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD), dapat digambarkan dengan diagram di bawah ini :

1. Siklus Pertama ( I )
a. Perencanaan (Planning)
Langkah yang disusun peneliti bersama guru PKn pada perencanaan awal yakni mengidentifikasi masalah dan menetapkan
jalan keluar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), sebagai berikut :
1) Peneliti dan kolaborator merencanakan pembelajaran yang diterapkan di kelas dengan menggunakan metode pembelajaran
kooperatif Tipe STAD
2) Mempersiapkan silabus
3) Menentukan Standar Kompetensi (SK) sesuai dengan Standar Isi (SI) PKn Semester I kelas VIII yaitu Menampilkan
perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
4) Menentukan dulu Kompetensi Dasar (KD) yaitu Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
5) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
6) Menyiapkan sumber dan media pembelajaran
7) Menyiapkan daftar hadir siswa
8) Menyiapkan lembar kolaborator
9) Melaksanakan tindakan siklus pertama dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division
(STAD)
b. Tindakan ( Action )
Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dengan :
1) Menjelaskan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD)
2) Melakukan apersepsi yaitu bertanya kepada siswa apakah ada yang pernah ke luar negeri
3) Membagi kelas menjadi kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa
4) Memberikan pengenalan topik yang akan dibahas
5) Setiap kelompok diberikan lembar tugas / pertanyaan
6) Selama mengerjakan tugas / pertanyaan setiap anggota harus dapat menjawab tugas / pertanyaan sekaligus memahami
materi ajar
7) Setelah tugas selesai guru memberikan kuis atau pertanyaan sesuai pada tugas / pertanyaan dalam kelompok
8) Diusahakan setiap kelompok dapat menjawab kuis atau pertanyaan = berhasil
9) Peneliti memberikan Postest secara individu
c. Pengamatan ( Observation )
Kolaborator mengamati pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Student Team Achievement
Division (STAD) sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar PKn . Sekaligus pencapaian / pemahaman materi ajar
untuk siswa pandai maupun siswa yang biasa, bahkan pada siswa yang kurang bersemangat belajar (malas-malas
belajar). Dan kolaborator menuliskannya kedalam lembaran yang sudah disiapkan.
d. Refleksi ( Reflection )
Dari pengamatan pada waktu pembelajaran siklus pertama, peneliti bersama kolaborator merinci dan menganalisa
permasalahan, yang tentunya harus mengadakan perbaikan dan akan dilaksanakan pada siklus kedua. Bila nilai siswa
pada siklus pertama masih ada dibawah KKM, maka penelitian akan dilanjutkan pada siklus kedua dengan tahapan yang
sama seperti pada siklus pertama.
2. Siklus Kedua ( II )
a. Perencanaan ( Planning )
Peneliti bersama kolaborator merencanakan langkah-langkah pembelajaran untuk siklus ketiga, sebagai berikut :
1) Merencanakan silabus
2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PKn pada Standar Kompetensi (SK) sesuai dengan Standar Isi (SI)
PKn Semester I kelas VIII A yaitu Menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila;Kompetensi Dasar
(KD) yaitu Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
3) Menyiapkan materi pembelajaran, yaitu Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi negara
4) Menyiapkan sumber materi dan media pembelajaran
5) Menyiapkan daftar hadir siswa
6) Menyiapkan lembar kolaborator
7) Melaksanakan tindakan siklus ketiga dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divison
( STAD ).
b. Tindakan ( Action )
1) Melakukan apersepsi
2) Motivasi
3) Memberikan pengenalan topik atau menjelaskan secara garis besar materi yang akan dibahas yaitu tentang Menjelaskan
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Siswa mengejakan tugas kelompok yang masing-masing anggota
dalam kelompok memahami tugas tersebut
4) Setelah selesai siswa diberikan kuis / pertanyaan yang secara kelompok
5) Peneliti menyimpulkan materi
6) Dilakukan postes individu
7) Menutup pembelajaran model kooperatif tipe STAD
c. Pengamatan ( Observation )
Kolaborator mengamati proses pembelajaran PKn dengan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD (Student Team
Achievement Division) yang sedang berlangsung dan mendiskripsikan hal-hal yang terjadi selama kegiatan pembelajaran
berlangsung lalu menuliskannya dalam lembar kolaborator.
d. Refleksi ( Reflection )
Bersama kolaborator peneliti merinci dan menganalisa permasalahan yang terjadi pada siklus pertama dan kedua.
Peneliti dan kolaborator melihat dan mendapatkan bahwa siklus kedua ini dengan model pembelajaran kooperatif tipe
STAD (Student Team Achievement Division), siswa telah mengalami peningkatan secara signifikan dan sepakat untuk
mencukupkan penelitian pada siklus ketiga dapat dideskripsikan sebagai hasil penelitian.
Dengan rancangan penelitian yang dilakukan dua kali siklus diatas dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
atau pembagian pencapaian tim siswa yang dimulai dari kegiatan pembagian kelompok kerja kemudian masuk pada proses
kegiatan pembelajaran yaitu guru mempresentasikan materi ajar, kemudian siswa melakukan tugas kelompok, dilanjutkan
dengan kuis atau posttes. Guru membuat skor kemajuan individual yang dihitung dari hasil belajar sebelum dan
sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tersebut. Dari skor individual ini akan terlihat kelompok mana
yang akan mendapatkan rekognisi tim atau penghargaan, dengan peringkat tim super, tim sangat baik dan tim baik

A.    Jadwal Penelitian

No

Aktivitas

Agustus

September

Oktober

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

Tahap Persiapan                              

Merumuskan masalah                              

2

Tahap Perencanaan                              

Menyusun Instrumen                              

3

Tahap Pelaksanaan                              

Siklus I                              

Siklus II                              

4

Tahap Pengumpulan Data                              

5

Tahap Analisa Data                              

6

Tahap Penyusunan dan Revisi Hasil Penelitian                              

DAFTAR PUSTAKA

Asep Jihad, 2008, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta : Multi Pressindo.
Ngalim Purwanto, 1988, Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Karya.

Ngalim Purwanto, 2001, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung : Remaja Rosda Karya.

Peraturan Pemerintah, Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional RI.

R E Slavin, 1994, A Practical Gaide To Cooperative Learning, USA : A Division Of Paramount Publishing.

Undang-undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional RI.

PENINGKATAN KARIER PTK PKn SMP KAB. MADIUN

Posted on Updated on

CONTOH PEMBUATAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Oleh: Kelompok 4 Peserta Workshop Peningkatan Karier Guru MGMP PKn SMP Kab. Madiun Tahun 2013)

         

Satuan Pendidikan : SMP ……………………
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn)
Kelas /Semester : VII / 1 (satu)
Materi Pokok : Bab II. Berkomitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara
Alokasi Waktu : 4 X Pertemuan (4 X 120”)

A. KOMPETENSI INTI

KI 1     Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2     Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3     Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4     Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.  KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

      1.1     Menghargai perilaku beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dalam kehidupan di sekolah dan masyarakat

Indikator Pencapaian Kompetensi:

1.1.1        Menunjukkan perilaku berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran

1.1.2        Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.

1.1.3        Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut

1.1.4        Mengucapkan syukur ketika berhasil menyelesaikan tugas kelompok.

      2.1       Menghargai semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan oleh para pendiri negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara

Indikator Pencapaian Kompetensi:

2.1.1      Menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam memegang teguh semangat kebangsaan.

2.1.2      Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai warga negara yang memiliki komitmen kebangsaan.

      3.1       Memahami sejarah dan semangat komitmen para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Indikator Pencapaian Kompetensi:

3.1.1      Memaparkan sejarah kronologi terbentuknya BPUPKI.

3.1.2      Mengidentifikasi tugas-tugas BPUPKI.

3.1.3      Menjelaskan tiga usulan dasar negara oleh tiga tokoh dalam sidang pertama BPUPKI.

3.1.4      Menjelaskan proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara oleh Panitia Sembilan dan PPKI.

3.1.5      Mengidentifikasi perwujudan semangat komitmen para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar.

4.1       Menyaji hasil telaah tentang sejarah dan semangat komitmen para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara

Indikator Pencapaian Kompetensi:

menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, mencipta

4.1.1      Menggunakan berbagai sumber belajar untuk menjelaskan kronologi terbentuknya BPUPKI.

4.1.2      Menguraikan hasil kajian tentang proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

4.1.3      Membuat kajian tentang isi salinan Piagam Jakarta

4.1.4      Mencatat rumusan dasar negara yang terdapat dalam Piagam Jakarta

4.1.5.     Mendiskusikan semangat komitmen  para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara

4.1.6      Mengambil kesimpulan semangat dan komitmen yang dimiliki para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara

4.1.7      Menyusun tulisan singkat  tentang sejarah dan semangat komitmen para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara

4.1.8      Mempresentasikan hasil kajian tentang perilaku yang menunjukkan perwujudan komitmen mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

  1. Mengamati gambar tentang peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya, peserta didik dapat menuliskan perwujudan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan baik.
  2. Mengamati gambar tentang rakyat terlatih melawan penjajah, peserta didik dapat menuliskan perwujudan empati terhadap semangat pejuang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
  3. Berdiskusi dalam kelompok tentang keadaan kehidupan masyarakat Indonesia pada jaman jepang, peserta didik dapat menunjukkan kesulitan-kesulitan hidup masyarakat Indonesia pada jaman penjajahan Jepang.
  4. Menelaah buku siswa halaman 19–20 tentang pembentukan BPUPKI, peserta didik dapat memaparkan sejarah kronologi pembentukan BPUPKI secara runtut.
  5. Menelaah buku siswa halaman 19–20 tentang pembentukan BPUPKI, peserta didik dapat menjelaskan agenda persidangan BPUPKI dengan tepat.

Pertemuan 2

  1. Mengamati gambar 2.4 (buku siswa halaman 23) tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menggambarkan suasana dan semangat para pendiri negara dalam mendirikan negara.
  2. Menelaah buku siswa halaman 21-23 tentang usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dasar negara dengan benar.
  3. Mendiskusikan bersama kelompok (model STAD) tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menyebutkan 3 (tiga) orang  tokoh anggota BPUPKI yang mengusulkan dasar negara.
  4. Mendiskusikan bersama kelompok (model STAD) tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menunjukkan isi usulan dasar negara para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI dengan benar.
  5. Mendiskusikan bersama kelompok tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menyusun skenario simulasi (sosio drama) sidang perumusan dasar negara yang dilaksanakan oleh BPUPKI.

Pertemuan 3

  1. Menelaah buku siswa halaman 23 (Penanaman Nilai II), peserta didik dapat menuliskan pemahamannya tentang pentingnya semangat berjuang demi kejayaan bangsa dan negara seperti telah ditunjukkan oleh para pendiri negara.
  2. Menelaah buku siswa halaman 23, peserta didik dapat menjelaskan pengertian semangat komitmen terhadap dasar negara dengan tepat.

Pertemuan 4

  1. Mendiskusikan dengan kelompok tentang sejarah perumusan Pancasila, peserta didik dapat menyajikan tulisan singkat tentang sejarah dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara
  2. Mendiskusikan dalam kelompok tentang suasana sidang BPUPKI, peserta didik dapat mensimulasikan suasana sidang pertama BPUPKI dengan kidmat.

D.  MATERI PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

  1. Kronologi pembentukan BPUPKI

September 1944, Perdana Menteri Jepang Koiso, dalam sidang parlemen mengatakan Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. 1 Maret 1945, Jepang membentuk Dokuritsu Zumbi Chosakai (BPUPKI).

  1. Masa sidang BPUPKI

Sidang pertama tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 1945 dan sidang kedua tanggal 10 s.d 17 Juli 1945.

Pertemuan 2

  1. Tokoh-tokoh perumus dasar negara

Mr. Mohammad Yamin; Mr. Soepomo; Ir. Soekarno

  1. Usulan dasar negara oleh perumus dasar negara

Mr. Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara sebagai berikut: 1) Peri Kebangsaan; 2) Peri Kemanusiaan; 3) Peri Ketuhanan; 4) Peri Kerakyatan; 5) Kesejahteraan Sosial.

Mr. Soepomo mengusulkan dasar negara sebagai berikut: 1) Persatuan; 2) Kekeluargaan; 3) Keseimbangan lahir dan batin; 4) Musyawarah; 5) Keadilan rakyat.

Ir. Soekarno mengusulkan dasar negara sebagai berikut: 1) Kebangsaan Indonesia; 2) Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan; 3) Mufakat atau Demokrasi; 4) Kesejahteraan Sosial; 5) Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Pertemuan 3

  1. Nilai semangat pendiri negara

Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Jiwa dan semangat merdeka; Nasionalisme; Patriotisme; Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka; Persatuan dan kesatuan; Anti penjajah dan penjajahan, dsb.

  1. Semangat para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

Pertemuan 4

  1. Semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara

Memiliki semangat persatuan dan nasionalisme; Adanya rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia; Selalu bersemangat dalam berjuang; Mendukung dan  berupaya secara aktif mencapai cita-cita bangsa; melakukan pengorbanan pribadi.

  1. Tulisan singkat tentang sejarah dan semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

E.      METODE PEMBELAJARAN

Pendekatan          :     Scientific

Model                     :     –  STAD

-  Think Pair And Sharing

-  Sosio drama/simulasi

Metode                  :     Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan.

F.      MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMEBELAJARAN

1.   Media

Gambar: 1) Peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya, 2) Rakyat terlatih yang siap melawan penjajah, dan 3)Sidang BPUPKI, Foto tokoh perumus dasar negara dan denah tempat duduk dalam sidang BPUPKI.

2.   Alat/Bahan

      Laptop dan LCD Proyektor

         3.   Sumber Belajar

a.      Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebuddayaan, 2013.

b.      Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi Untuk SMP/MTs, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2011.

c.      Tim Penyusun 30 Tahun Indonesia Merdeka. 30 Tahun Indonesia Merdeka, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.

G.     KEGIATAN PEMBELAJARAN

         Pertemuan 1

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi, dan mengajukan pertanyaan materi pelajaran yang lalu).
  2. Guru memberikan motivasi dengan mengajak peserta didik “Ayo menghayati dan mengamalkan Pancasila”.
  3. Guru memberikan pertanyaan lisan tentang materi yang akan diajarkan (untuk mendapatkan gambaran kesiapan peserta didik).
  4. Guru menginformasikan kompetensi  yang akan dicapai.
  5. Guru menunjuk seorang peserta didik untuk memimpin menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan penuh semangat.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

  1. Guru menayangkan gambar (membagi gambar kepada peserta didik) tentang:

1)      Peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya;

2)      Rakyat terlatih yang siap melawan penjajah;

3)      Sidang BPUPKI.

  1. Guru berdialog mendalam secara klasikal hal-hal antara lain:

1)         Mengapa peristiwa seperti itu dapat terjadi?

2)         Apa yang dilakukan dalam peristiwa tersebut?

3)         Bagaimanakah gambaran terjadinya peristiwa tersebut?

(Menanya)

  1. Guru mempersilahkan peserta didik melakukan pengamatan dan mendiskusikannya dengan teman sebangku/terdekat gambar tersebut satu persatu secara seksama.
  2. Peserta didik diminta mengembangkan dan membuat pertanyaan berkaitan dengan dengan gambar yang diamati.

(Mengumpulkan Informasi)

  1. Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggotakan 5/6 peserta didik, kemudian membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok materi diskusi dan mengumpulkan informasi tentang:

1)      Tahapan kejadian pembentukan BPUPKI.

2)      Masa Sidang BPUPKI.

3)      Kondisi bangsa Indonesia pada jaman penjajahan Jepang.

(Mengasosiasi/mengolah informasi)

f.     Hasil pengumpulan informasi diolah oleh Peserta didik membuat paparan dan simpulan berdasarkan hasil dialog tersebut dan mengkomunikasikan hasilnya.

g.    Guru bersama peserta didik mengklarifikasi hasil presentasi peserta didik untuk penanaman nilai dan sikap positif terhadap semangat dalam sejarah perjuaangan bangsa Indonesia.

(Mengkomunikasikan)

h.   Hasil diskusi kelompok dipresentasikan secara bergantian, dan pada saat presentasi kelompok, kelompok lainnya mencermati dan memberikan tanggapan.

i.     Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.

Penutup

  1. Guru menutup pembelajaran dengan mengulas kembali materi pelajaran maupun kegiatan individu dan kegiatan kelompok.
  2. Guru menanyakan kepada peserta didik apakah materi pembelajaran sudah dapat dipahami.
  3. Guru meminta peserta didik membaca di rumah (PR) materi dalam Buku Peserta didik halaman 21 s/d 22. (Tugas kepada peserta didik mencari informasi tentang nilai semangat anggota BPUPKI dalam perumusan Pancasila)

15”

95”

10”

Pertemuan 2

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi).
  2. Guru memancing kesiapan peserta didik dalam pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan tugas rumah pertemuan sebelumnya, sebagai berikut:

1)    Apakah yang dimaksud dengan dasar negara?

2)    Siapa saja tokoh dalam sidang BPUPKI yang memberikan usulan dasar negara?

3)    Bagaimanakah isi dasar negara yang diusulkan oleh para tokoh dalam sidang BPUPKI?

  1. Jika peserta didik belum dapat menjawab dengan benar dari pertanyaan tersebut, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan nada bersemangat, “Baiklah anak-anakku, Hari ini kita akan mempelajarai dan memahami awal terbentuknya dasar negara Indonesia. Kalian sudah siap?”.
  2. Guru menginformasikan kompetensi  yang akan dicapai.
  3. Guru mempersilahkan peserta didik membuka Buku Peserta didik halaman 21 s/d 22 untuk menjadi bahan kajian bersama.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

  1. Guru meminta siswa untuk mengamati isi bacaan dalam buku siswa halaman  21 s/d 22.

(Menanya)

  1. Guru mempersilahkan peserta didik untuk membuat pertanyaan berkaitan dengan bacaan halaman 21-22 buku siswa.
  2. Guru mengajak berdialog secara mendalam berkaitan pertanyaan yang telah diajukan oleh siswa untuk penanaman nilai dan sikap positif terhadap semangat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta jawaban apa yang dimaksud dengan dasar negara?

(Mengumpulkan data)

  1. Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggotakan 5/6 peserta didik, kemudian membagikan lembar kerja untuk proses diskusi dalam mengumpulkan data berkaitan dengan:

1)      Tokoh pendiri negara yang memberikan usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI.

2)      Peran para anggota BPUPKI atau pendiri negara dalam perumusan dasar negara tersebut?

3)      Pembuatan naskah simulasi sidang perumusan dasar negara yang dilaksanakan BPUPKI!

(Mengasosiasikan)

  1. Peserta didik dipersilahkan untuk mengolah dan membuat hubungan antar data-data yang telah dikumpulkan dengan kelompok masing-masing.
  2. Hasil analisa proses mengolah data ditata dalam lembaran kertas bafelo.

(Mengkomunikasikan)

  1. Hasil kerja kelompok dipresentasikan secara bergantian (kecuali tugas point 3 langsung dikumpulkan untuk kegiatan pertemuan minggu keempat), dan pada saat presentasi kelompok, kelompok lainnya mencermati dan memberikan tanggapan.

Penutup

  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
  2. Guru menanyakan kepada peserta didik apakah materi pembelajaran sudah dapat dipahami.
  3. Guru meminta peserta didik membaca di rumah (PR) materi dalam Buku Peserta didik halaman 23 s/d 29. (Tugas kepada peserta didik mencari informasi tentang semangat dan komitmen kebangsaan para pendiri negara)

15”

95”

10”

Pertemuan 3

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi, dan mengajukan pertanyaan tentang “Siapa yang mengusulkan Pancasila dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945?”).
  2. Guru memberikan pertanyaan lisan tentang materi yang akan diajarkan berdasarkan tugas yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya, untuk mendapatkan gambaran kesiapan peserta didik mengikuti pembelajaran.
  3. Guru menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.
  4. Guru mempersilahkan peserta didik membuka Buku Peserta didik halaman 23 s/d 25 untuk menjadi bahan kajian bersama.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

  1. Guru menayangkan gambar (membagi kepada peserta didik gambar) tentang:
    1. Peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya;
    2. Rakyat terlatih yang siap melawan penjajah;
    3. Sidang BPUPKI.
    4. Peserta didik melakukan pengamatan dan mendiskusikannya dengan teman sebangku/terdekat gambar tersebut satu persatu secara seksama.

(Menanya)

  1. Guru meminta peserta didik untuk membuat pertanyaan berkaitan dengan hasil pengamatan terhadap penayangan gambar.
  2. Guru berdialog mendalam secara klasikal hal-hal antara lain:
    1. Mengapa peristiwa seperti itu dapat terjadi?
    2. Apa yang dilakukan dalam peristiwa tersebut?
    3. Bagaimanakah gambaran terjadinya peristiwa tersebut?
    4. Peserta didik membuat paparan dan simpulan berdasarkan hasil dialog tersebut.
    5. Guru bersama peserta didik mengklarifikasi hasil presentasi peserta didik untuk penanaman nilai dan sikap positif terhadap semangat dalam sejarah perjuaangan bangsa Indonesia.

(Mengumpulkan informasi)

  1. Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggotakan 5/6 peserta didik, kemudian membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok untuk menggali informasi tentang:
    1. Tahapan kejadian pembentukan BPUPKI.
    2. Masa Sidang BPUPKI.
    3. Kondisi bangsa Indonesia pada jaman penjajahan Jepang.

(Mengasosiasikan)

  1. Peserta didik dipersilahkan untuk mengolah dan membuat hubungan antar data-data yang telah dikumpulkan dengan kelompok masing-masing.
  2. Hasil analisa proses mengolah data ditata dalam lembaran kertas bafelo.

(Mengkomunikasikan)

j.      Hasil diskusi kelompok dipresentasikan secara bergantian, dan pada saat presentasi kelompok, kelompok lainnya mencermati dan memberikan tanggapan.

k.     Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.

Penutup

  1. Guru menutup pembelajaran dengan mengulas kembali materi pelajaran maupun kegiatan individu dan kegiatan kelompok.
  2. Guru menanyakan kepada peserta didik apakah materi pembelajaran sudah dapat dipahami.
  3. Guru memberikan penugasan kepada peserta didik sebagai PR materi dalam Buku Siswa.

15”

90”

5”

Pertemuan 4

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi, dan mengajukan pertanyaan tentang semangat dan komitmen pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara).
  2. Guru menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

a.   Guru mempersilahkan peserta didik untuk mengamati gambar tentang suasana sidang BPUPKI.

b.   Berdialog secara mendalam tentang peran para tokoh dalam BPUPKI.

c.    Menganalisa latar belakang para tokoh dengan mencermati nama-nama para tokoh pendiri negara anggota BPUPKI.

(Menanya)

d.   Peserta didik dipersilahkan membuat pertanyaan terkait dengan pengamatan gambar dan nama-nama anggota BPUPKI.

(Mengumpulkan informasi)

e.   Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggota-kan 5/6 peserta didik untuk mendiskusikan untuk mengumpulkan informasi tentang: suasana sejarah perumuskan Pancasila sebagai dasar negara dan latar belakang para tokoh anggota BPUPKI, serta persidangan pertama BPUPKI.

(Mengasosiasikan)

  1. Hasil pengumpulan informasi diolah oleh kelompok, dan guru mempersilahkan hasil olahan informasi dipadukan dengan tugas pembuatan sekenario simulasi persidangan pertama BPUPKI.

(Mepresentasikan)

  1. Mempresentasikan sosio drama/simulasi suasana sidang pertama BPUPKI dengan kidmat.
  2. Peserta didik yang laindiminta menyimak dan memberikan tanggapan setelah pementasan simulasi selesai
  3. Guru bersama peserta didik menyimpulkan penampilan simulasi dan tanggapan peserta didik.

Penutup

  1. Guru menutup pembelajaran dengan mengulas kembali materi pelajaran maupun kegiatan individu dan kegiatan kelompok.
  2. Post tes.
  3. Guru meminta peserta didik membaca di rumah (PR) materi Bab III dalam Buku Peserta didik.

10”

85”

25”

E.      PENILAIAN

  1. Sikap spiritual
    1. Teknik: Observasi
    2. Bentuk Instrumen : Lembar observasi
    3. Kisi-kisi:
No.

Sikap/nilai

Butir Instrumen

1 Perilaku beriman 1
2 Perilaku bertakwa 2,  3
3 Menunjukkan rasa syukur 4

Instrumen: lihat Lampiran …

  1. Sikap sosial
    1. Teknik: Penilaian sejawat (antar teman)
    2. Bentuk Instrumen: …
    3. Kisi-kisi:
No.

Sikap/nilai

Butir Instrumen

1 Peduli 1
2 Tanggung jawab 2
3 Kedisiplinan 3

Instrumen: lihat Lampiran …

  1. Pengetahuan
    1.                                 a.          Teknik: Tes tertulis
    2.                                 b.          Bentuk Instrumen: Uraian
    3.                                  c.          Kisi-kisi:

No.

Indikator

Butir Instrumen

1 Memaparkan kronologi terbentuknya BPUPKI. Tulislah dengan runtut kronologi terbentuknya BPUPKI!
2 Menjelaskan isi agenda persidangan BPUPKI antara sidang pertama dan sidang kedua. Jelaskan isi agenda persidangan BPUPKI antara sidang pertama dan sidang kedua!
3 Membandingkan isi tiga usulan dasar negara dari para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI. Bandingkan isi tiga usulan dasar negara dari para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI!
4 Menunjukkan nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri negara dalam perumusan dasar negara yang dapat diteladani. Tunjukkan lima nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri negara dalam perumusan dasar negara yang dapat diteladani!
5 Menunjukkan lima ciri-ciri komitmen pribadi para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Tunjukkan lima ciri-ciri komitmen pribadi para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara!

Instrumen: lihat Lampiran …

  1. Keterampilan
    1. Teknik: Observasi
    2. Bentuk Instrumen: Check list
    3. Kisi-kisi:
No.

Keterampilan

Butir Instrumen

1 Presentasi 1
2 Display 2
3 Simulasi/Sosiodrama 3

Instrumen: lihat Lampiran …

Mengetahui,                                                                                                  Madiun, …………… 2013

Kepala Sekolah,                                                                                                  Guru mata Pelajaran,

__________________                                                                                     ____________________

NIP.                                                                                                                               NIP.

 

Lampiran Penilaian

  1. 1.         Sikap Spiritual

Pedoman Observasi Sikap Spiritual

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah skor pada kolom aspek yang diamati pada sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik,

Mata Pelajaran                 : ………………….

Kelas/Semester               : ………………….

Tanggal Pengamatan     : …………………..

Materi Pokok                    : …………………..

No

Nama Peserta Didik

Aspek Pengamatan dan Skor

Jumlah Skor

Menambah rasa keimanan akan keberadaan dan kebesaran Tuhan saatmempelajari perumusan dasar negara

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Mengucapkan rasa syukur atas  perumusan UUD 1945 sesuai agama masing-masing

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Memberi salam sesuai agama masing-masing sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

1

……

2

……

3

……

4

……

)* Pilih dan tulislah skornya (4=selalu; 3=sering; 2= kadang-kadang; 1=tidak pernah).

Petunjuk Penilaian :

Peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                       : apabila memperoleh jumlah skor  13 – 16

Baik                                    : apabila memperoleh jumlah skor 9 – 12

Cukup                               : apabila memperoleh jumlah skor  5 – 8

Kurang                              : apabila memperoleh jumlah skor  1 – 4

  1. 2.         Sikap Sosial

         Pedoman Observasi Sikap Peduli

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kepedulian. Berilah skor sesuai sikap kepedulian  yang ditampilkan oleh peserta didik.

Mata Pelajaran                        : ………………….

Kelas/Semester                      : ………………….

Tanggal Pengamatan             : …………………..

Materi Pokok                           : …………………..

No

Nama Peserta Didik

Aspek Pengamatan dan Skor

Jumlah Skor

Menjaga kebersihan kelas

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Suka menolong teman/orang lain

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Rela berkorban untuk orang lain

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

1

……

2

……

3

……

4

……

)*Pilih dan tulislah skornya (4=selalu; 3=sering; 2= kadang-kadang; 1=tidak pernah).

Petunjuk Penilaian:

Peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                       : apabila memperoleh jumlah skor  13 – 16

Baik                                    : apabila memperoleh jumlah skor  9 – 12

Cukup                               : apabila memperoleh jumlah skor  5 – 8

Kurang                              : apabila memperoleh jumlah skor  1 – 4

         Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah skornya sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik.

Mata Pelajaran                       : ………………….

Kelas                                           : ………………….

Tanggal Pengamatan            : …………………..

Materi Pokok                          : …………………..

No

Nama Peserta Didik

Aspek Pengamatan  dan Skor

Jumlah Skor

Melaksanakan tugas individu dengan baik

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Mengembalikan barang yang dipinjam

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

1 ……….
2 ……….
3 ……….
4 ……….
5 ……….

)*Pilih dan tulislah skornya (4=selalu; 3=sering; 2= kadang-kadang; 1=tidak pernah).

Petunjuk Penilaian :

Peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                       : apabila memperoleh skor  16 – 20

Baik                                    : apabila memperoleh skor  11 – 15

Cukup                               : apabila memperoleh skor  6 – 10

Kurang                              : apabila memperoleh skor  1 – 5

         Pedoman Observasi Sikap Disiplin

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kedisiplinan. Berilah skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

Ya                  =   apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan

Tidak            =   apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan.

Nama Peserta Didik               : ………………….

Kelas                                            : ………………….

Tanggal Pengamatan             : …………………..

Materi Pokok                           : …………………..

No

Sikap yang diamati

Melakukan

Keterangan

Ya

Tidak

1

Masuk kelas tepat waktu

2

Mengumpulkan tugas tepat waktu

3

Memakai seragam sesuai tata tertib

4

Mengerjakan tugas yang diberikan

5

Tertib dalam mengikuti pembelajaran

6

Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan

7

Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran

8

Membawa buku teks mata pelajaran

Jumlah

Petunjuk Penyekoran peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                          : apabila terdapat  7 – 8 jawaban YA

Baik                                       : apabila terdapat  5 – 6 jawaban YA

Cukup                                  : apabila terdapat  3 – 4 jawaban YA

Kurang                                 : apabila terdapat  1 – 2 jawaban YA

Pengetahuan

Teknik Penilaian        :     Tes Tertulis

Bentuk Instrumen    :     Uraian

No

Butir Instrumen

1 Tulislah secara runtut kronologi terbentuknya BPUPKI!
2 Jelaskan isi agenda persidangan BPUPKI antara sidang pertama dan sidang kedua!
3 Bandingkan isi tiga usulan dasar negara dari para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI!
4 Tunjukkan lima nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri negara dalam perumusan dasar negara yang dapat diteladani!
5 Tunjukkan lima ciri-ciri komitmen pribadi para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara!

KUNCI JAWABAN :

1.  September 1944, Perdana Menteri Jepang Koiso dalam sidang parlemen mengatakan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Inndonesia, tindak lanjutnya Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 membentuk Dokuritsu Zonbi Chosakai (BPUPKI) yang beranggotakan 62 orang terdiri atas tokoh-tokoh pergerakan bangsa Indonesia dan 7 orang perwakilan dari Jepang.

2.  a. Sidang pertama BPUPKI berlangsung mulai tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 1945 dengan agenda sidang pembahasan dasar negara

b.  Sidang kedua BPUPKI berlangsung mulai tanggal 10 s.d 17 Juli 1945 dengan agenda sidang membahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan UUD, ekonomi, keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaaran.

3.

Mr. Mohammad Yamin

Mr. Soepomo

Ir. Soekarno

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Sosial.
  6. Persatuan
  7. Kekeluargaan
  8. Keseimbangan lahir dan batin
  9. Musyawarah
  10. Keadilan Rakyat
    1. Kebangsaan Indonesia
    2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
    3. Mufakat atau Demokrasi
    4. Kesejahteraan Sosial
    5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

4.  a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. Jiwa dan semangat untuk merdeka;

c. Nasionalisme dan patriotisme;

d. Rasa harga diri sebagai suatu bangsa yang merdeka;

e. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah

5.  a. Memiliki semangat persatuan dan nasionalisme;

b. Memiliki terhadap bangsa Indonesia;

c. Selalu bersemangat dalam berjuang;

d. Berupaya secara aktif dalam mencapai cita-cita bangsa;

e. Melakukan pengorbanan pribadi.

Pedoman pensekoran :

No Soal Jawaban  benar skor No Soal Jawaban  benar Skor

1

Salah semua 0

4

Salah semua 0
Benar 1 1 Benar 1 1
Benar 2 2 Benar 2 2
Benar 3 3 Benar 3 3

2

Salah semua 0

5

Salah semua 0
Benar 1 1 Benar 1 1
Benar 2 2 Benar 2 2

3

Salah semua 0 Benar 3 3
Benar 1 1 Benar 4 5
Benar 2 2
Benar 3 3 Jumlah skor maksimal 15

Keterampilan

Teknik Penilaian           :    Observasi

Bentuk Instrumen         :    Pedoman observasi

Instrumen Penilaian     :

Pedoman Observasi Presentasi

Kelompok                    : ………

Kelas                            : ……….

Materi Pokok              : ……….

No

Nama Peserta Didik

Aspek Penilaian

Rata-Rata Skor

Penguasaan Materi

Aktifitas

Kreatifitas

Pedoman Penilaian Display

Kelas                            : ……….

Materi Pokok              : ……….

No

Kelompok

Aspek Penilaian

Rata-Rata Skor

Penguasaan Materi

Kreatifitas

Kerjasama

Pelaksanaan simulasi :

Lembar penilaian simulasi

Peran dan semangat tokoh perumus UUD 1945 (BPUPKI).

No

Nama peserta didik

Kesesuaian dengan tema

Penjiwaan pemeran

Tanggapan kelompok

1  
2 dst  

Keterangan:

Kesesuaian dengan tema        : Nilai maksimal = 40

  • Ø Nilai 40 jika sangat tepat dengan tema
  • Ø Nilai 30 jika tepat dengan tema
  • Ø Nilai 20 jika kurang tepat dengan tema
  • Ø Nilai 10 jika tidak tepat dengan tema

Penjiwaan pemeran                : Nilai maksimal = 30

  • Ø Nilai 30 jika melaksanakan peran dengan penuh tanggung jawab sehingga sangat sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan
  • Ø Nilai 20 jika melaksanakan peran dengan kurang tanggung jawab sehingga agak sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan
  • Ø Nilai 10 jika melaksanakan peran dengan tidak tanggung jawab sehingga tidak sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan

Tanggapan kelompok lain      : Nilai maksimal = 30

  • Ø Nilai 30 jika jawabannya sangat tepat
  • Ø Nilai 20 jika jawabannya kurang tepat
  • Ø Nilai 10 jika jawabannya tidak tepat

 

 

CONTOH PEMBUATAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

                                                                                                                           

Satuan Pendidikan                :     SMP …………………………………………..

Mata Pelajaran                       :     PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn)

Kelas /Semester                    :     VII / 1 (satu)

Materi Pokok                          :     Bab II. Berkomitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara

Alokasi Waktu                         :     4 X Pertemuan (4 X 120”)

A.  KOMPETENSI INTI

KI 1     Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2     Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3     Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4     Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.  KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

      1.1     Menghargai perilaku beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dalam kehidupan di sekolah dan masyarakat

Indikator Pencapaian Kompetensi:

1.1.1        Menunjukkan perilaku berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran

1.1.2        Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.

1.1.3        Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut

1.1.4        Mengucapkan syukur ketika berhasil menyelesaikan tugas kelompok.

      2.1       Menghargai semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan oleh para pendiri negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara

Indikator Pencapaian Kompetensi:

2.1.1      Menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam memegang teguh semangat kebangsaan.

2.1.2      Menunjukkan perilaku percaya diri sebagai warga negara yang memiliki komitmen kebangsaan.

      3.1       Memahami sejarah dan semangat komitmen para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Indikator Pencapaian Kompetensi:

3.1.1      Memaparkan sejarah kronologi terbentuknya BPUPKI.

3.1.2      Mengidentifikasi tugas-tugas BPUPKI.

3.1.3      Menjelaskan tiga usulan dasar negara oleh tiga tokoh dalam sidang pertama BPUPKI.

3.1.4      Menjelaskan proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara oleh Panitia Sembilan dan PPKI.

3.1.5      Mengidentifikasi perwujudan semangat komitmen para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar.

4.1       Menyaji hasil telaah tentang sejarah dan semangat komitmen para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara

Indikator Pencapaian Kompetensi:

menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat, mencipta

4.1.1      Menggunakan berbagai sumber belajar untuk menjelaskan kronologi terbentuknya BPUPKI.

4.1.2      Menguraikan hasil kajian tentang proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

4.1.3      Membuat kajian tentang isi salinan Piagam Jakarta

4.1.4      Mencatat rumusan dasar negara yang terdapat dalam Piagam Jakarta

4.1.5.     Mendiskusikan semangat komitmen  para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara

4.1.6      Mengambil kesimpulan semangat dan komitmen yang dimiliki para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara

4.1.7      Menyusun tulisan singkat  tentang sejarah dan semangat komitmen para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara

4.1.8      Mempresentasikan hasil kajian tentang perilaku yang menunjukkan perwujudan komitmen mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

  1. Mengamati gambar tentang peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya, peserta didik dapat menuliskan perwujudan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan baik.
  2. Mengamati gambar tentang rakyat terlatih melawan penjajah, peserta didik dapat menuliskan perwujudan empati terhadap semangat pejuang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
  3. Berdiskusi dalam kelompok tentang keadaan kehidupan masyarakat Indonesia pada jaman jepang, peserta didik dapat menunjukkan kesulitan-kesulitan hidup masyarakat Indonesia pada jaman penjajahan Jepang.
  4. Menelaah buku siswa halaman 19–20 tentang pembentukan BPUPKI, peserta didik dapat memaparkan sejarah kronologi pembentukan BPUPKI secara runtut.
  5. Menelaah buku siswa halaman 19–20 tentang pembentukan BPUPKI, peserta didik dapat menjelaskan agenda persidangan BPUPKI dengan tepat.

Pertemuan 2

  1. Mengamati gambar 2.4 (buku siswa halaman 23) tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menggambarkan suasana dan semangat para pendiri negara dalam mendirikan negara.
  2. Menelaah buku siswa halaman 21-23 tentang usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dasar negara dengan benar.
  3. Mendiskusikan bersama kelompok (model STAD) tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menyebutkan 3 (tiga) orang  tokoh anggota BPUPKI yang mengusulkan dasar negara.
  4. Mendiskusikan bersama kelompok (model STAD) tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menunjukkan isi usulan dasar negara para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI dengan benar.
  5. Mendiskusikan bersama kelompok tentang sidang BPUPKI, peserta didik dapat menyusun skenario simulasi (sosio drama) sidang perumusan dasar negara yang dilaksanakan oleh BPUPKI.

Pertemuan 3

  1. Menelaah buku siswa halaman 23 (Penanaman Nilai II), peserta didik dapat menuliskan pemahamannya tentang pentingnya semangat berjuang demi kejayaan bangsa dan negara seperti telah ditunjukkan oleh para pendiri negara.
  2. Menelaah buku siswa halaman 23, peserta didik dapat menjelaskan pengertian semangat komitmen terhadap dasar negara dengan tepat.

Pertemuan 4

  1. Mendiskusikan dengan kelompok tentang sejarah perumusan Pancasila, peserta didik dapat menyajikan tulisan singkat tentang sejarah dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara
  2. Mendiskusikan dalam kelompok tentang suasana sidang BPUPKI, peserta didik dapat mensimulasikan suasana sidang pertama BPUPKI dengan kidmat.

D.  MATERI PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

  1. Kronologi pembentukan BPUPKI

September 1944, Perdana Menteri Jepang Koiso, dalam sidang parlemen mengatakan Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. 1 Maret 1945, Jepang membentuk Dokuritsu Zumbi Chosakai (BPUPKI).

  1. Masa sidang BPUPKI

Sidang pertama tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 1945 dan sidang kedua tanggal 10 s.d 17 Juli 1945.

Pertemuan 2

  1. Tokoh-tokoh perumus dasar negara

Mr. Mohammad Yamin; Mr. Soepomo; Ir. Soekarno

  1. Usulan dasar negara oleh perumus dasar negara

Mr. Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara sebagai berikut: 1) Peri Kebangsaan; 2) Peri Kemanusiaan; 3) Peri Ketuhanan; 4) Peri Kerakyatan; 5) Kesejahteraan Sosial.

Mr. Soepomo mengusulkan dasar negara sebagai berikut: 1) Persatuan; 2) Kekeluargaan; 3) Keseimbangan lahir dan batin; 4) Musyawarah; 5) Keadilan rakyat.

Ir. Soekarno mengusulkan dasar negara sebagai berikut: 1) Kebangsaan Indonesia; 2) Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan; 3) Mufakat atau Demokrasi; 4) Kesejahteraan Sosial; 5) Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Pertemuan 3

  1. Nilai semangat pendiri negara

Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Jiwa dan semangat merdeka; Nasionalisme; Patriotisme; Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka; Persatuan dan kesatuan; Anti penjajah dan penjajahan, dsb.

  1. Semangat para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

Pertemuan 4

  1. Semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara

Memiliki semangat persatuan dan nasionalisme; Adanya rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia; Selalu bersemangat dalam berjuang; Mendukung dan  berupaya secara aktif mencapai cita-cita bangsa; melakukan pengorbanan pribadi.

  1. Tulisan singkat tentang sejarah dan semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan para pendiri negara dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

E.      METODE PEMBELAJARAN

Pendekatan          :     Scientific

Model                     :     –  STAD

-  Think Pair And Sharing

-  Sosio drama/simulasi

Metode                  :     Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan.

F.      MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMEBELAJARAN

1.   Media

Gambar: 1) Peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya, 2) Rakyat terlatih yang siap melawan penjajah, dan 3)Sidang BPUPKI, Foto tokoh perumus dasar negara dan denah tempat duduk dalam sidang BPUPKI.

2.   Alat/Bahan

      Laptop dan LCD Proyektor

         3.   Sumber Belajar

a.      Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebuddayaan, 2013.

b.      Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi Untuk SMP/MTs, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2011.

c.      Tim Penyusun 30 Tahun Indonesia Merdeka. 30 Tahun Indonesia Merdeka, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.

G.     KEGIATAN PEMBELAJARAN

         Pertemuan 1

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi, dan mengajukan pertanyaan materi pelajaran yang lalu).
  2. Guru memberikan motivasi dengan mengajak peserta didik “Ayo menghayati dan mengamalkan Pancasila”.
  3. Guru memberikan pertanyaan lisan tentang materi yang akan diajarkan (untuk mendapatkan gambaran kesiapan peserta didik).
  4. Guru menginformasikan kompetensi  yang akan dicapai.
  5. Guru menunjuk seorang peserta didik untuk memimpin menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan penuh semangat.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

  1. Guru menayangkan gambar (membagi gambar kepada peserta didik) tentang:

1)      Peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya;

2)      Rakyat terlatih yang siap melawan penjajah;

3)      Sidang BPUPKI.

  1. Guru berdialog mendalam secara klasikal hal-hal antara lain:

1)         Mengapa peristiwa seperti itu dapat terjadi?

2)         Apa yang dilakukan dalam peristiwa tersebut?

3)         Bagaimanakah gambaran terjadinya peristiwa tersebut?

(Menanya)

  1. Guru mempersilahkan peserta didik melakukan pengamatan dan mendiskusikannya dengan teman sebangku/terdekat gambar tersebut satu persatu secara seksama.
  2. Peserta didik diminta mengembangkan dan membuat pertanyaan berkaitan dengan dengan gambar yang diamati.

(Mengumpulkan Informasi)

  1. Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggotakan 5/6 peserta didik, kemudian membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok materi diskusi dan mengumpulkan informasi tentang:

1)      Tahapan kejadian pembentukan BPUPKI.

2)      Masa Sidang BPUPKI.

3)      Kondisi bangsa Indonesia pada jaman penjajahan Jepang.

(Mengasosiasi/mengolah informasi)

f.     Hasil pengumpulan informasi diolah oleh Peserta didik membuat paparan dan simpulan berdasarkan hasil dialog tersebut dan mengkomunikasikan hasilnya.

g.    Guru bersama peserta didik mengklarifikasi hasil presentasi peserta didik untuk penanaman nilai dan sikap positif terhadap semangat dalam sejarah perjuaangan bangsa Indonesia.

(Mengkomunikasikan)

h.   Hasil diskusi kelompok dipresentasikan secara bergantian, dan pada saat presentasi kelompok, kelompok lainnya mencermati dan memberikan tanggapan.

i.     Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.

Penutup

  1. Guru menutup pembelajaran dengan mengulas kembali materi pelajaran maupun kegiatan individu dan kegiatan kelompok.
  2. Guru menanyakan kepada peserta didik apakah materi pembelajaran sudah dapat dipahami.
  3. Guru meminta peserta didik membaca di rumah (PR) materi dalam Buku Peserta didik halaman 21 s/d 22. (Tugas kepada peserta didik mencari informasi tentang nilai semangat anggota BPUPKI dalam perumusan Pancasila)

15”

95”

10”

Pertemuan 2

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi).
  2. Guru memancing kesiapan peserta didik dalam pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan tugas rumah pertemuan sebelumnya, sebagai berikut:

1)    Apakah yang dimaksud dengan dasar negara?

2)    Siapa saja tokoh dalam sidang BPUPKI yang memberikan usulan dasar negara?

3)    Bagaimanakah isi dasar negara yang diusulkan oleh para tokoh dalam sidang BPUPKI?

  1. Jika peserta didik belum dapat menjawab dengan benar dari pertanyaan tersebut, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan nada bersemangat, “Baiklah anak-anakku, Hari ini kita akan mempelajarai dan memahami awal terbentuknya dasar negara Indonesia. Kalian sudah siap?”.
  2. Guru menginformasikan kompetensi  yang akan dicapai.
  3. Guru mempersilahkan peserta didik membuka Buku Peserta didik halaman 21 s/d 22 untuk menjadi bahan kajian bersama.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

  1. Guru meminta siswa untuk mengamati isi bacaan dalam buku siswa halaman  21 s/d 22.

(Menanya)

  1. Guru mempersilahkan peserta didik untuk membuat pertanyaan berkaitan dengan bacaan halaman 21-22 buku siswa.
  2. Guru mengajak berdialog secara mendalam berkaitan pertanyaan yang telah diajukan oleh siswa untuk penanaman nilai dan sikap positif terhadap semangat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta jawaban apa yang dimaksud dengan dasar negara?

(Mengumpulkan data)

  1. Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggotakan 5/6 peserta didik, kemudian membagikan lembar kerja untuk proses diskusi dalam mengumpulkan data berkaitan dengan:

1)      Tokoh pendiri negara yang memberikan usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI.

2)      Peran para anggota BPUPKI atau pendiri negara dalam perumusan dasar negara tersebut?

3)      Pembuatan naskah simulasi sidang perumusan dasar negara yang dilaksanakan BPUPKI!

(Mengasosiasikan)

  1. Peserta didik dipersilahkan untuk mengolah dan membuat hubungan antar data-data yang telah dikumpulkan dengan kelompok masing-masing.
  2. Hasil analisa proses mengolah data ditata dalam lembaran kertas bafelo.

(Mengkomunikasikan)

  1. Hasil kerja kelompok dipresentasikan secara bergantian (kecuali tugas point 3 langsung dikumpulkan untuk kegiatan pertemuan minggu keempat), dan pada saat presentasi kelompok, kelompok lainnya mencermati dan memberikan tanggapan.

Penutup

  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.
  2. Guru menanyakan kepada peserta didik apakah materi pembelajaran sudah dapat dipahami.
  3. Guru meminta peserta didik membaca di rumah (PR) materi dalam Buku Peserta didik halaman 23 s/d 29. (Tugas kepada peserta didik mencari informasi tentang semangat dan komitmen kebangsaan para pendiri negara)

15”

95”

10”

Pertemuan 3

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi, dan mengajukan pertanyaan tentang “Siapa yang mengusulkan Pancasila dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945?”).
  2. Guru memberikan pertanyaan lisan tentang materi yang akan diajarkan berdasarkan tugas yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya, untuk mendapatkan gambaran kesiapan peserta didik mengikuti pembelajaran.
  3. Guru menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.
  4. Guru mempersilahkan peserta didik membuka Buku Peserta didik halaman 23 s/d 25 untuk menjadi bahan kajian bersama.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

  1. Guru menayangkan gambar (membagi kepada peserta didik gambar) tentang:
    1. Peristiwa insiden bendera tahun 1945 di Surabaya;
    2. Rakyat terlatih yang siap melawan penjajah;
    3. Sidang BPUPKI.
    4. Peserta didik melakukan pengamatan dan mendiskusikannya dengan teman sebangku/terdekat gambar tersebut satu persatu secara seksama.

(Menanya)

  1. Guru meminta peserta didik untuk membuat pertanyaan berkaitan dengan hasil pengamatan terhadap penayangan gambar.
  2. Guru berdialog mendalam secara klasikal hal-hal antara lain:
    1. Mengapa peristiwa seperti itu dapat terjadi?
    2. Apa yang dilakukan dalam peristiwa tersebut?
    3. Bagaimanakah gambaran terjadinya peristiwa tersebut?
    4. Peserta didik membuat paparan dan simpulan berdasarkan hasil dialog tersebut.
    5. Guru bersama peserta didik mengklarifikasi hasil presentasi peserta didik untuk penanaman nilai dan sikap positif terhadap semangat dalam sejarah perjuaangan bangsa Indonesia.

(Mengumpulkan informasi)

  1. Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggotakan 5/6 peserta didik, kemudian membagikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok untuk menggali informasi tentang:
    1. Tahapan kejadian pembentukan BPUPKI.
    2. Masa Sidang BPUPKI.
    3. Kondisi bangsa Indonesia pada jaman penjajahan Jepang.

(Mengasosiasikan)

  1. Peserta didik dipersilahkan untuk mengolah dan membuat hubungan antar data-data yang telah dikumpulkan dengan kelompok masing-masing.
  2. Hasil analisa proses mengolah data ditata dalam lembaran kertas bafelo.

(Mengkomunikasikan)

j.      Hasil diskusi kelompok dipresentasikan secara bergantian, dan pada saat presentasi kelompok, kelompok lainnya mencermati dan memberikan tanggapan.

k.     Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.

Penutup

  1. Guru menutup pembelajaran dengan mengulas kembali materi pelajaran maupun kegiatan individu dan kegiatan kelompok.
  2. Guru menanyakan kepada peserta didik apakah materi pembelajaran sudah dapat dipahami.
  3. Guru memberikan penugasan kepada peserta didik sebagai PR materi dalam Buku Siswa.

15”

90”

5”

Pertemuan 4

NO

JENIS KEGIATAN

ALOKASI WAKTU

1

2

3

Pendahuluan

  1. Guru mempersiapkan peserta didik dalam pembelajaran (kebersihan kelas, berdoa, absensi, dan mengajukan pertanyaan tentang semangat dan komitmen pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara).
  2. Guru menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.

Kegiatan Inti

(Mengamati)

a.   Guru mempersilahkan peserta didik untuk mengamati gambar tentang suasana sidang BPUPKI.

b.   Berdialog secara mendalam tentang peran para tokoh dalam BPUPKI.

c.    Menganalisa latar belakang para tokoh dengan mencermati nama-nama para tokoh pendiri negara anggota BPUPKI.

(Menanya)

d.   Peserta didik dipersilahkan membuat pertanyaan terkait dengan pengamatan gambar dan nama-nama anggota BPUPKI.

(Mengumpulkan informasi)

e.   Guru membentuk kelompok menjadi 4 kelompok, masing-masing beranggota-kan 5/6 peserta didik untuk mendiskusikan untuk mengumpulkan informasi tentang: suasana sejarah perumuskan Pancasila sebagai dasar negara dan latar belakang para tokoh anggota BPUPKI, serta persidangan pertama BPUPKI.

(Mengasosiasikan)

  1. Hasil pengumpulan informasi diolah oleh kelompok, dan guru mempersilahkan hasil olahan informasi dipadukan dengan tugas pembuatan sekenario simulasi persidangan pertama BPUPKI.

(Mepresentasikan)

  1. Mempresentasikan sosio drama/simulasi suasana sidang pertama BPUPKI dengan kidmat.
  2. Peserta didik yang laindiminta menyimak dan memberikan tanggapan setelah pementasan simulasi selesai
  3. Guru bersama peserta didik menyimpulkan penampilan simulasi dan tanggapan peserta didik.

Penutup

  1. Guru menutup pembelajaran dengan mengulas kembali materi pelajaran maupun kegiatan individu dan kegiatan kelompok.
  2. Post tes.
  3. Guru meminta peserta didik membaca di rumah (PR) materi Bab III dalam Buku Peserta didik.

10”

85”

25”

E.      PENILAIAN

  1. Sikap spiritual
    1. Teknik: Observasi
    2. Bentuk Instrumen : Lembar observasi
    3. Kisi-kisi:
No.

Sikap/nilai

Butir Instrumen

1 Perilaku beriman 1
2 Perilaku bertakwa 2,  3
3 Menunjukkan rasa syukur 4

Instrumen: lihat Lampiran …

  1. Sikap sosial
    1. Teknik: Penilaian sejawat (antar teman)
    2. Bentuk Instrumen: …
    3. Kisi-kisi:
No.

Sikap/nilai

Butir Instrumen

1 Peduli 1
2 Tanggung jawab 2
3 Kedisiplinan 3

Instrumen: lihat Lampiran …

  1. Pengetahuan
    1.                                 a.          Teknik: Tes tertulis
    2.                                 b.          Bentuk Instrumen: Uraian
    3.                                  c.          Kisi-kisi:

No.

Indikator

Butir Instrumen

1 Memaparkan kronologi terbentuknya BPUPKI. Tulislah dengan runtut kronologi terbentuknya BPUPKI!
2 Menjelaskan isi agenda persidangan BPUPKI antara sidang pertama dan sidang kedua. Jelaskan isi agenda persidangan BPUPKI antara sidang pertama dan sidang kedua!
3 Membandingkan isi tiga usulan dasar negara dari para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI. Bandingkan isi tiga usulan dasar negara dari para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI!
4 Menunjukkan nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri negara dalam perumusan dasar negara yang dapat diteladani. Tunjukkan lima nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri negara dalam perumusan dasar negara yang dapat diteladani!
5 Menunjukkan lima ciri-ciri komitmen pribadi para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Tunjukkan lima ciri-ciri komitmen pribadi para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara!

Instrumen: lihat Lampiran …

  1. Keterampilan
    1. Teknik: Observasi
    2. Bentuk Instrumen: Check list
    3. Kisi-kisi:
No.

Keterampilan

Butir Instrumen

1 Presentasi 1
2 Display 2
3 Simulasi/Sosiodrama 3

Instrumen: lihat Lampiran …

Mengetahui,                                                                                                  Madiun, …………… 2013

Kepala Sekolah,                                                                                                  Guru mata Pelajaran,

__________________                                                                                     ____________________

NIP.                                                                                                                               NIP.

 

Lampiran Penilaian

  1. 1.         Sikap Spiritual

Pedoman Observasi Sikap Spiritual

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah skor pada kolom aspek yang diamati pada sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik,

Mata Pelajaran                 : ………………….

Kelas/Semester               : ………………….

Tanggal Pengamatan     : …………………..

Materi Pokok                    : …………………..

No

Nama Peserta Didik

Aspek Pengamatan dan Skor

Jumlah Skor

Menambah rasa keimanan akan keberadaan dan kebesaran Tuhan saatmempelajari perumusan dasar negara

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Mengucapkan rasa syukur atas  perumusan UUD 1945 sesuai agama masing-masing

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Memberi salam sesuai agama masing-masing sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

1

……

2

……

3

……

4

……

)* Pilih dan tulislah skornya (4=selalu; 3=sering; 2= kadang-kadang; 1=tidak pernah).

Petunjuk Penilaian :

Peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                       : apabila memperoleh jumlah skor  13 – 16

Baik                                    : apabila memperoleh jumlah skor 9 – 12

Cukup                               : apabila memperoleh jumlah skor  5 – 8

Kurang                              : apabila memperoleh jumlah skor  1 – 4

  1. 2.         Sikap Sosial

         Pedoman Observasi Sikap Peduli

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kepedulian. Berilah skor sesuai sikap kepedulian  yang ditampilkan oleh peserta didik.

Mata Pelajaran                        : ………………….

Kelas/Semester                      : ………………….

Tanggal Pengamatan             : …………………..

Materi Pokok                           : …………………..

No

Nama Peserta Didik

Aspek Pengamatan dan Skor

Jumlah Skor

Menjaga kebersihan kelas

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Suka menolong teman/orang lain

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Rela berkorban untuk orang lain

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

1

……

2

……

3

……

4

……

)*Pilih dan tulislah skornya (4=selalu; 3=sering; 2= kadang-kadang; 1=tidak pernah).

Petunjuk Penilaian:

Peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                       : apabila memperoleh jumlah skor  13 – 16

Baik                                    : apabila memperoleh jumlah skor  9 – 12

Cukup                               : apabila memperoleh jumlah skor  5 – 8

Kurang                              : apabila memperoleh jumlah skor  1 – 4

         Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah skornya sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik.

Mata Pelajaran                       : ………………….

Kelas                                           : ………………….

Tanggal Pengamatan            : …………………..

Materi Pokok                          : …………………..

No

Nama Peserta Didik

Aspek Pengamatan  dan Skor

Jumlah Skor

Melaksanakan tugas individu dengan baik

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Mengembalikan barang yang dipinjam

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan

(Memperoleh Skor= 1; 2; 3; 4)*

1 ……….
2 ……….
3 ……….
4 ……….
5 ……….

)*Pilih dan tulislah skornya (4=selalu; 3=sering; 2= kadang-kadang; 1=tidak pernah).

Petunjuk Penilaian :

Peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                       : apabila memperoleh skor  16 – 20

Baik                                    : apabila memperoleh skor  11 – 15

Cukup                               : apabila memperoleh skor  6 – 10

Kurang                              : apabila memperoleh skor  1 – 5

         Pedoman Observasi Sikap Disiplin

Petunjuk :

Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kedisiplinan. Berilah skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

Ya                  =   apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan

Tidak            =   apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan.

Nama Peserta Didik               : ………………….

Kelas                                            : ………………….

Tanggal Pengamatan             : …………………..

Materi Pokok                           : …………………..

No

Sikap yang diamati

Melakukan

Keterangan

Ya

Tidak

1

Masuk kelas tepat waktu

2

Mengumpulkan tugas tepat waktu

3

Memakai seragam sesuai tata tertib

4

Mengerjakan tugas yang diberikan

5

Tertib dalam mengikuti pembelajaran

6

Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan

7

Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran

8

Membawa buku teks mata pelajaran

Jumlah

Petunjuk Penyekoran peserta didik memperoleh nilai :

Baik Sekali                          : apabila terdapat  7 – 8 jawaban YA

Baik                                       : apabila terdapat  5 – 6 jawaban YA

Cukup                                  : apabila terdapat  3 – 4 jawaban YA

Kurang                                 : apabila terdapat  1 – 2 jawaban YA

Pengetahuan

Teknik Penilaian        :     Tes Tertulis

Bentuk Instrumen    :     Uraian

No

Butir Instrumen

1 Tulislah secara runtut kronologi terbentuknya BPUPKI!
2 Jelaskan isi agenda persidangan BPUPKI antara sidang pertama dan sidang kedua!
3 Bandingkan isi tiga usulan dasar negara dari para tokoh pendiri negara dalam sidang BPUPKI!
4 Tunjukkan lima nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri negara dalam perumusan dasar negara yang dapat diteladani!
5 Tunjukkan lima ciri-ciri komitmen pribadi para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara!

KUNCI JAWABAN :

1.  September 1944, Perdana Menteri Jepang Koiso dalam sidang parlemen mengatakan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Inndonesia, tindak lanjutnya Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 membentuk Dokuritsu Zonbi Chosakai (BPUPKI) yang beranggotakan 62 orang terdiri atas tokoh-tokoh pergerakan bangsa Indonesia dan 7 orang perwakilan dari Jepang.

2.  a. Sidang pertama BPUPKI berlangsung mulai tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 1945 dengan agenda sidang pembahasan dasar negara

b.  Sidang kedua BPUPKI berlangsung mulai tanggal 10 s.d 17 Juli 1945 dengan agenda sidang membahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan UUD, ekonomi, keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaaran.

3.

Mr. Mohammad Yamin

Mr. Soepomo

Ir. Soekarno

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Sosial.
  6. Persatuan
  7. Kekeluargaan
  8. Keseimbangan lahir dan batin
  9. Musyawarah
  10. Keadilan Rakyat
    1. Kebangsaan Indonesia
    2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
    3. Mufakat atau Demokrasi
    4. Kesejahteraan Sosial
    5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

4.  a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b. Jiwa dan semangat untuk merdeka;

c. Nasionalisme dan patriotisme;

d. Rasa harga diri sebagai suatu bangsa yang merdeka;

e. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah

5.  a. Memiliki semangat persatuan dan nasionalisme;

b. Memiliki terhadap bangsa Indonesia;

c. Selalu bersemangat dalam berjuang;

d. Berupaya secara aktif dalam mencapai cita-cita bangsa;

e. Melakukan pengorbanan pribadi.

Pedoman pensekoran :

No Soal Jawaban  benar skor No Soal Jawaban  benar Skor

1

Salah semua 0

4

Salah semua 0
Benar 1 1 Benar 1 1
Benar 2 2 Benar 2 2
Benar 3 3 Benar 3 3

2

Salah semua 0

5

Salah semua 0
Benar 1 1 Benar 1 1
Benar 2 2 Benar 2 2

3

Salah semua 0 Benar 3 3
Benar 1 1 Benar 4 5
Benar 2 2
Benar 3 3 Jumlah skor maksimal 15

Keterampilan

Teknik Penilaian           :    Observasi

Bentuk Instrumen         :    Pedoman observasi

Instrumen Penilaian     :

Pedoman Observasi Presentasi

Kelompok                    : ………

Kelas                            : ……….

Materi Pokok              : ……….

No

Nama Peserta Didik

Aspek Penilaian

Rata-Rata Skor

Penguasaan Materi

Aktifitas

Kreatifitas

Pedoman Penilaian Display

Kelas                            : ……….

Materi Pokok              : ……….

No

Kelompok

Aspek Penilaian

Rata-Rata Skor

Penguasaan Materi

Kreatifitas

Kerjasama

Pelaksanaan simulasi :

Lembar penilaian simulasi

Peran dan semangat tokoh perumus UUD 1945 (BPUPKI).

No

Nama peserta didik

Kesesuaian dengan tema

Penjiwaan pemeran

Tanggapan kelompok

1  
2 dst  

Keterangan:

Kesesuaian dengan tema        : Nilai maksimal = 40

  • Ø Nilai 40 jika sangat tepat dengan tema
  • Ø Nilai 30 jika tepat dengan tema
  • Ø Nilai 20 jika kurang tepat dengan tema
  • Ø Nilai 10 jika tidak tepat dengan tema

Penjiwaan pemeran                : Nilai maksimal = 30

  • Ø Nilai 30 jika melaksanakan peran dengan penuh tanggung jawab sehingga sangat sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan
  • Ø Nilai 20 jika melaksanakan peran dengan kurang tanggung jawab sehingga agak sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan
  • Ø Nilai 10 jika melaksanakan peran dengan tidak tanggung jawab sehingga tidak sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan

Tanggapan kelompok lain      : Nilai maksimal = 30

  • Ø Nilai 30 jika jawabannya sangat tepat
  • Ø Nilai 20 jika jawabannya kurang tepat
  • Ø Nilai 10 jika jawabannya tidak tepat

 

 

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Posted on Updated on

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MATERI KONSTITUSI MELALUI
PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI
SISWA KELAS 8B SMPN 2 DAGANGAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Bambang Handoko, S.Pd
Guru SMP Negeri 1 Dagangan Kabupaten Madiun
(Hasil Kerja Peserta Workshop Peningkatan Karir Pendidik MGMP PKn SMP Kabupaten Madiun Tahun 2013 )

 

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan orientasi misi pendidikan di Indonesia antara lain adalah meningkatkan kualitas pembelajaran.

Untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, sangat dibutuhkan adanya kreatifitas dan inovasi yang terus menerus dari guru dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran yang berkualitas dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar peserta didik. Prestasi dan motivasi belajar yang tinggi dapat menjadi salah satu sarana dalam  mengembangkan kemampuan dan pembentukan watak peserta didik.

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang langsung mengemban misi dalam proses pembentukan watak atau karakter peserta didik yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Karakteristik PKn tersebut sebenarnya sama dengan mata pelajaran yang lain, yaitu sama-sama mengembangkan kopetensi kognisi, afeksi dan psikomotorik peserta didik, hanya bedanya pada ranah afeksi menjadi titik tekan untuk dikembangkan oleh PKn.

Untuk membangun kemampuan afeksi peserta didik pada pendidikan dasar (setingkat SMP), dibutuhkan kopetensi kognisi yang cukup memadai dalam membangun wawasan dan pengetahuan siswa tentang materi PKn. Wawasan dan pengetahuan tersebut bukan merupakan hasil perolehan pasif yang didapat dari proses transfer informasi dari pendidik, tetapi merupakan pengetahuan yang diperoleh dari proses konstruksi dan rekonstruksi oleh peserta didik sendiri, karena proses demikian ini akan lebih memperkuat ketajaman berpikir atau kemampuan berpikir kritis peserta didik sekaligus dapat meningkatkan kemampuan respek dan tingkat kepekaan peserta didik.

Berdasarkan pengamatan peneliti dan pandangan sebagian besar pendidik, didapati bahwa kemampuan konstruksi dan merekonstruksi pengetahuan para peserta didik di SMPN 2 Dagangan dalam mata pelajaran PKn, khususnya siswa kelas VIII sangat rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa indikator antara lain: 1) siswa sangat pasif dalam menggali berbagai sumber belajar; 2) kemampuan mengkritisi berbagai informasi sangat rendah; 3) pengetahuan umum terkesan sangat dangkal; 4) kurang respek atau peka terhadap  berbagi peristiwa yang terjadi; 5) kurang berani dalam berpendapat dan menyampaikan gagasannya; 5) prestasi belajar tidak berkembang; dan 7) motivasi belajar sangat rendah.

Berbagai indikator tersebut didukung pula dengan munculnya faktor kejenuhan belajar siswa, yang ditunjukkan dengan respon siswa yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran. Munculnya kejenuhan selama pembelajaran ini diantaranya dikarenakan strategi pembelajaran yang digunakan guru monoton, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, telaah buku dan media seadanya, hal ini mengakibatkan prestasi belajar PKn siswa kelas VIII pada pertengahan semester gasal tahun pelajaran 2013/2014 ini sangat rendah yaitu rata-rata 68, padahal KKM PKn adalah 75.

Untuk itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran mata pelajaran PKN  dengan menggunakan berbagai cara yang menarik  yang ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari melalui proses pelibatan peserta didik dalam merekonstruksi hasil pengamatannya sehari-hari dan hasil gagasan-gagasannya.  Sunardi (2012:13) menyarankan untuk mengupayakan agar pelajaran PKN menyenangkan anak, maka sampaikan materi yang sudah dikenal anak hingga anak percaya diri.

Karena itu peneliti mencoba memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran berbasis inkuiri, yang mampu mengembangkan ketrampilan peserta didik dalam merekonstruksi pengetahuannya sekaligus ketrampilan dalam mengkomunikasikan ide dan gagasannya. Seperti dinyatakan oleh Dahar (1988), bahwa pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas.

Berdasarkan latar belakang di atas disepakati oleh peneliti yang akan bekerja secara tim untuk melakukan PTK berupa pemberian tindakan melalui pembelajaran baru yang mengajak siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran berbasis inkuiri dengan judul: “Peningkatan Prestasi Belajar Pkn pada Materi Konstitusi Melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri Siswa Kelas 8B SMPN 2 Dagangan Semester Gasal Tahun Pelajaran 2013/2014”.

B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

Bagaimanakah penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri pada mata pelajran PKn materi konstitusi terhadap siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan?

Bagaimanakah peningkatan kemampuan merekonstruksi pengetahuan materi konstitusi pada siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan melalui penerapan pembelajaran berbasis inkuiri?

Bagaimanakah peningkatan ketrampilan mengkomunikasikan hasil-hasil konstruksi pengetahuan materi konstitusi pada siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan dengan penerapan pembelajaran berbasis inkuiri ?

Bagaimanakah respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis inkuiri siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan dengan diterapkannya pembelajaran berbasis inkuiri?

C.   Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri pada mata pelajran PKn materi konstitusi terhadap siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan.

Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan merekonstruksi pengetahuan materi konstitusi pada siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan melalui penerapan pembelajaran berbasis inkuiri.

Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan ketrampilan mengkomunikasikan hasil-hasil konstruksi pengetahuan materi konstitusi pada siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan dengan penerapan pembelajaran berbasis inkuiri.

Untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis inkuiri siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan dengan diterapkannya pembelajaran berbasis inkuiri.

D.   Manfaat penelitian

Penelitian ini sangat bermanfaat, baik bagi siswa, guru, maupun guru lain.

a.    Bagi Siswa

Dapat meningkatkan keberanian siswa bertanya, menjawab, dan mengemukakan pendapat, makna pembelajaran bagi siswa, dan meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa tentang benda dan sifatnya

b.    Bagi Peneliti

Dapat meningkatkan keterampilan pengembangan pendekatan, metode atau model dalam proses pembelajaran di kelas, serta meningkatkan profesionalitas dalam proses KBM di kelas.

c.    Bagi Guru

Menjadi sumber inspirasi dalam menerapkan model-model pembelajaran dan memotivasi guru untuk melakukan penelitian sejenis atau penerapan model-model pembelajaran yang lain, yang lebih kreatif, inovatif dan lebih menyenangkan dalam rangka mengembangkan proses pembelajarannya.

d.    Bagi Sekolah

Sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas penyelengaraan pendidikan di sekolah, dan sarana untuk membantu guru untuk meningkatkan kopetensi dan profesionalitas dalam melaksanakan tugas pembelajaran di kelas.

BAB  II

KAJIAN PUSTAKA

A.   Pengertian Inkuiri

Pembelajaran menggunakan model inkuiri merupakan pengajaran di mana guru dan anak mempelajari peristiwa-peristiwa dan gejala-gejala ilmiah dengan pendekatan dan jiwa para ilmuwan, ini adalah pengertian menurut Dahar (1988). Pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas.

Model inkuiri didefinisikan oleh (Sund dan Trowbridge, 1973) dalam (Putrayasa, 2001) sebagai: Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri; dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbul-simbul dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.

Menurut (Trowbridge, 1990) dalam (Putrayasa, 2001) menyatakan bahwa model inkuiri adalah sebuah model proses pengajaran yang berdasarkan atas teori belajar dan perilaku. Inkuiri merupakan suatu cara mengajar murid-murid bagaimana belajar dengan menggunakan keterampilan, proses, sikap, dan pengetahuan berpikir rasional .

Sementara itu, Trowbridge (1990) dalam (Putrayasa, 2001) menjelaskan model inkuiri sebagai proses mendefinisikan dan menyelidiki masalah-masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, menemukan data, dan menggambarkan kesimpulan masalah-masalah tersebut. Hal senada dikatakan oleh Roestiyah (1998) mengatakan bahwa inkuiri adalah suatu perluasan proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih dewasa. Sebagai tambahan pada proses discovery, inkuiri mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan masalah, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, menumbuhkan sikap objektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka dan sebagainya.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri  merupakan suatu proses yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen,  melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Jadi, dalam model inkuiri ini siswa terlibat secara mental maupun fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. Dengan demikian, siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan sains, yaitu teliti, tekun/ulet, objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain.

B.   Tingkatan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Ajar

Tingkatan pemahaman (the levels of understanding) pada pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua. Menurut Skemp (1976) dalam Wahyudi (2001). Tingkatan pemahaman yang pertama disebut pemahaman instruksional (instructional understanding). Pada tingkatan ini dapat dikatakan bahwa siswa baru berada di tahap tahu atau hafal tetapi dia belum atau tidak tahu mengapa hal itu bisa dan dapat terjadi. Lebih lanjut, siswa pada tahapan ini juga belum atau tidak bisa menerapkan hal tersebut pada keadaan baru yang berkaitan. Selanjutnya, tingkatan pemahaman yang kedua disebut pemahaman relasional (relational understanding). Pada tahapan tingkatan ini, menurut Skemp, siswa tidak hanya sekedar tahu dan hafal tentang suatu hal, tetapi dia juga tahu bagaimana dan mengapa hal itu dapat terjadi. Lebih lanjut, dia dapat menggunakannya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait pada situasi lain.

Menurut Byers dan Herscovics (1977) dalam Wahyudi (2001) menganalisis ide Skemp itu dan mengembangkannya lebih jauh. yaitu, siswa terlebih dahulu berada pada tingkatan pemahaman antara, yaitu tingkatan pemahaman intuitif (intuitive understanding) dan tingkatan pemahaman formal (formal understanding). Pertama, sebelum sampai pada tingkatan pemahaman instruksional, siswa terlebih dahulu berada pada tingkatan pemahaman intuitif. Mereka mendefinisikannya sebagai berikut. “Intuitive understanding is the ability to solve a problem without prior analysis of the problem.” Pada tahap tingkatan ini siswa sering menebak jawaban berdasarkan pengalaman-pengalaman keseharian dan tanpa melakukan analisis terlebih dahulu. Akibatnya, meskipun siswa dapat menjawab suatu pertanyaan dengan benar, tetapi dia tidak dapat menjelaskan kenapa (why). Kedua, sebelum siswa sampai pada tingkatan pemahaman relasional, biasanya mereka akan melewati tingkatan pemahaman antara yang disebut dengan pemahaman formal.

C.   Pengertian Kreativitas

S.C. Utami Munandar (1992) dalam bukunya mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah, merumuskan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Selanjutnya dalam belajar kreatif siswa terlibat secara aktif dan mendalami bahan yang dipelajari.(penalaran) tetapi juga berhubungan dengan penghayatan pengalaman belajar yang mengasyikkan.

Pentingnya kreativitas dikembangkan karena : (1) dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya; (2) kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat berbagai macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah; (3) bersibuk diri dengan kratif tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memberikan kepuasan kepada diri sendiri; (4) kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya (S.C. Utami Munandar, 1992).

Dari uraian yang ada diatas maka yang dimaksud dengan kreativitas adalah seorang yang selalu mempunyai rasa ingin tahu, ingin mencoba, bertualang, suka bermain-main, intuisif, dan mempunyai potensi untuk menjadi orang yang kreatif. Semua orang lahir dengan kreativitas dan jika ia yakin ia adalah orang yang kreatif maka ia akan menemukan cara yang kreatif untuk mengatasi masalah harian baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadinya.(Depoter,2000)

D.   Pengertian Hasil Belajar

Untuk  mengetahui sejauh mana proses belajar  mengajar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka perlu diadakan tes hasil belajar. Menurut pendapat Winata Putra dan Rosita (1997; 191 ) tes hasil belajar adalah   salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan  untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam suatu proses belajar mengajar atau untuk menentukan keberhasilan suatu program pendidikan. Adapun dasar-dasar penyususan tes hasil belajar adalah sebagai berikut:

a)     Tes hasil belajar harus dapat mengukur apa-apa yang dipelajari  dalam proses pembelajaran sesuai dengan tujuan instruksional  yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku.

b)     Tes hasil belajar disusun sedemikian sehingga benar-benar mewakili bahan yang telah dipelajari.

c)      Bentuk pertanyaan tes hasil belajar hendaknya disesuaikan dengan aspek-aspek tingkat belajar yang diharapkan.

d)     Tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar.

A. Tabrani (1992;3) mengatakan bahwa belajar mengajar adalah  suatu proses yang rumit  karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru, tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan ,  terutama bila diinginkan hasil yang lebih baik .

E.   Tipe Hasil Belajar

Menurut Nana Sudjana (1988; 49), tujuan pendidikan yang ingin dicapai dalam suatu pengajaran terdiri dari 3 macam yaitu: bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang harus nampak sebagai hasil belajar. Nana Sudjana (1988;50-54) juga mengemukakan unsur-unsur yang terdapat dalam ketiga aspek pengajaran  adalah sebagai berikut  :

Tipe hasil belajar bidang kognitif

Tipe ini terbagi menjadi 6 poin,   yaitu  tipe hasil belajar :

Pengetahuan hafalan (Knowledge), yaitu pengetahuan yang sifatnya faktual.  Merupakan jembatan untuk menguasai tipe hasil belajar lainnya.

Pemahaman (konprehention), kemampuan menangkap makna  atau arti dari suatu konsep

Penerapan (aplikasi), yaitu kesanggupan menerapkan dan mengabtraksikan  suatu konsep. Ide, rumus, hukum dalam situasi  yang baru, misalnya  memecahkan persoalan  dengan menggunakan rumus tertentu.

Analisis, yaitu kesanggupan memecahkan, menguasai suatu intergritas (kesatuan ynag utuh) menjadi unsur atau bagian yang mempunyai arti .

Sintesis, yaitu kesanggupan menyatukan unsur atau bagian menjadi satu integritas.

f.          Evaluasi, yaitu kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu berdasarkan pendapat yang dimilikinya dan kriteria yang dipakainya.

Tipe  hasil belajar afektif

Bidang afektif disini berkenaan dengan sikap. Bidang ini kurang diperhatikanoleh guru, tetapi lebih menekankan bidang kognitif. Hal ini  didasarkan pada pendapat beberapa ahli yang mengatakan, bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya, bila seseorang telah menguasai bidang kognitif  tingkat tinggi.

Beberapa tingkatan bidang afektif sebagai tujuan dan tipe  hasil belajar dari  yang sederhana ke yang lebih komplek  yaitu :

Receiving atau attending, yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan dari luar yang datang pada siswa,  baik dalam bentuk masalah situasi dan  gejala.

Responding atau jawaban, yakni  reaksi yang diberikan seseorang terhadap stimulus dari luar .

c.           Valuing atau penilaian, yakni berhubungan dengan nilai dan kepercayaan terhadap stimulus.

d.           Organisasi, yakni pengembangan nilai ke dalam system organisasi, termasuk menentukan hubungan satu nilai dengan nilai lainnya dan kemantapan  prioritas yang dimilikinya .

e.           Karakteristik nilai atau internalisasi, yakni keterpaduan dari semua nilai yang dimiliki seseorang  yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya

Tipe hasil belajar bidang psikomotor

Hasil belajar bidang psikomotorik tampak dalam bentuk ketrampilan, kemampuan bertindak individu. Ada 6 tingkatan ketrampilan yaitu :

Gerakan refleks yaitu ketrampilan pada gerakan tidak sadar.

Ketrampilan pada gerakan-gerakan dasar.

Kemampuan pesreptual termasuk di dalamnya membedakan visual ,  adaptif, motorik, dan lain-lain.

Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatan keharmonisan dan ketetapan.

Gerakan-gerakan skill, mulai dari dari ketrampilan sederhana sampai pada ketrampilan yang kompleks .

Kemampuan yang berkenaan dan komunikasi non decorsive seperti gerakan ekspresif, interpretative.

 

BAB  III

METODE PENELITIAN

 

A.   Tempat dan Subyek Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMPN 2 Dagangan, dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas 8B SMPN 2 Dagangan semester gasal tahun pelajaran 2013/2014, sebanyak 22 siswa, dengan latar belakang orang tua/wali murid sebagian besar adalah petani dan sebagian lagi adalah wiraswasta.

B.   Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester  gasal tahun pelajaran 2013/2014

1)    Persiapan minggu I bulan September 2013

2)    Pelaksanaan tindakan I Oktober minggu I tanggal 4 Oktober 2013

3)    Pelaksanaan tindakan II  Oktober minggu II tanggal  11 Oktober 2013

4)    Pelaksanaan tindakan III Oktober minggu III tanggal 18 Oktober 2013, jika hasil dari siklus II hasilnya belum memuaskan.

5)    Pengumpulan data minggu IV bulan Oktober 2013

6)    Pelaporan bulan Desember 2013 minggu ke III.

C.   Rancangan Penelitian

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilaksanakan oleh guru bersama tim di dalam kelas dengan kegiatan berulang-ulang atau bersiklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu dipecahkan. Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), guru meneliti bersama tim (mitra) terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara langsung, sehingga bila guru menemukan permasalahan dalam pembelajaran guru dapat merencanakan tindakan alternatif, kemudian dilaksanakan dan dievaluasi apakah tindakan alternatif tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

Penelitian tindakan kelas lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya realistik dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun hasil penelitian dapat diterapkan oleh orang lain yang mempunyai konteks yang sama dengan peneliti. Dalam buku Pedoman Teknis Pelaksanaan Clasroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK Depdiknas (2001:5) disebutkan penelitian bersiklus, tiap siklus terdiri dari:

a)                Persiapan/perencanaan (Planning)

b)                Tindakan/pelaksanaan (Acting)

c)                Observasi (Observing)

d)               Refleksi (Reflecting)

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan penelitian terdiri dari 3 siklus yaitu :

1)            Siklus I

Perencanaan (Planning)

Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan hal-hal sebagai berikut :

Mengidentifikasikan bahan pembelajaran

Menyusun silabus dan RPP

Menyiapkan alat bantu pembelajaran

Menyiapkan lember tes

Menyiapkan lembar observasi.

Tindakan / pelaksanaan (Acting)

Dalam tahap ini merupakan tahap pelaksanaan apa yang telah tertuang dalam rencana pembelajaran dengan modifikasi pelaksanaan sesuai dengan situasi yang terjadi :

Tindakan Siklus 1

Kompetensi Dasar      :       Menjelaskan berbagai konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia.

Indikator                         :      Menjelaskan pengertian, maksud, tujuan, dan pentingnya konstitusi bagi suatu negara. .

Langkah-langkah tindakan:

-          Tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan awal untuk membangkitkan motivasi belajar.

-          Guru mengajak siswa untuk mengingat dan melafalkan alinea-alinea dalam pembukaan UUD 1945 secara bersama-sama.

-          Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa seputar isi Pembukaan UUD 1945 tersebut alinea demi alinea.

-          Guru membagi siswa dalam 6 kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa) dan masing-masing kelompok diberikan tugas untuk menemukan pengertian, maksud, tujuan, dan pentingnya konstitusi bagi suatu negara.

-          Guru mempersilahkan setiap kelompok untuk maju dan mempresentasikan hasil diskusinya.

-          Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembahasan materi dengan seksama dan tepat

Beberapa hal yang diharapkan dalam siklus ini adalah:

Siswa mengalami peningkatan minat belajar dan aktivitas di kelas selama guru melakukan kegiatan pembelajaran

Terdapat peningkatan konsentrasi belajar siswa sehingga aktivitas siswa menjadi terfokus dalam penyelesaian tugas-tugas yang diberikan oleh guru

Siswa memiliki kemauan dan keberanian untuk bertanya kepada siswa tentang kesulitan yang dialami pada saat menyelesaikan tugas yang diberikan

Observasi (Observing)

Dalam tahap observasi peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, juga teman, guru yang diminta bantuan untuk ikut mengamati selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dan lembar observasi aktifitas guru.

Refleksi (Reflecting)

Tahap ini merupakan tahap menganalisa, mensintesa, hasil dari catatan selama kegiatan proses pembelajaran menggunakan instrumen lembar pengamatan, kuesioner, dan tes. Dalam refleksi melibatkan siswa, teman sejawat yang mengamati dan kepala sekolah. Untuk melakukan perencanaan pada siklus berikutnya, peneliti mengidentifikasi dan mengelompokkan masalah yang timbul pada pembelajaran siklus I.

2)            Siklus II

Persiapan/ perencanaan (Planning)

Sebelum melaksanakan tindakan siklus II, peneliti melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan temuan-temuan pada siklus I

Tindakan/ pelaksanaan (Acting)

Kompetenasi Dasar           :      Menganalisa penyimpangan-penyimpangan terhadap konstitusi yang berlaku di Indonesia..

Indikator                              :      Menjelaskan faktor-faktor terjadinya penyimpangan terhadap konstitusi dan bentuk penyimpangannya..

Langkah-langkah tindakan:

-       Guru mengajak siswa bersama-sama menyanyikan lagu “Tujuh Belas Agustus 1945” untuk membangkitkan motivasi siswa.

-       Guru menanyakan kepada siswa tentang konstitusi-konstitusi yang diberlakukan di Indonesia sejak berdiri menjadi negara sampai sekarang.

-            Guru mengajak siswa melakukan studi kelompok, masing-masing kelompok maksimal 3 siswa, dan masing-masing kelompok ditugas untuk menggali faktor penyebab terjadinya penyimpangan terhadap konstitusi dan bentuk-bentuk penyimpangannya dari berbagi konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia.

-            Siswa melaporkan hasil kerjanya ke depan kelas dan memulai diskusi bersama-sama, dalam siklus II ini guru mengurangi peran dan intruksinya kepada siswa, hanya mengamati dengan seksama bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya dan perubahan aktifitas siswa yang dialaminya

-            Pada sesi akhir guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran secara bersama-sama

Harapan yang dimungkinkan muncul dalam siklus II ini adalah bahwa :

Guru dapat mengelola kelas dengan lebih baik dan lebih mampu memahami siswa

Siswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasinya dan penguasaan konsep materi pembelajaran

Partisipasi siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang baik

Observasi (Observing)

Pada tahap observasi peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, peneliti juga meminta bantuan teman guru untuk mengamati kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi aktifitas guru dan lembar keaktifan siswa.

Refleksi (reflecting)

Dari hasil pengamatan pada siklus kedua dapat digunakan untuk melakukan refleksi apakah hasil ulangan siswa sudah memenuhi ketuntasan secara klasikal maupun individual.

D.        Perangkat penelitian

Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas digunakan beberapa perangkat penelitian sebagai berikut :

Rencana Pembelajaran

Skenario pembelajaran dengan pokok bahasan perpangkatan dan akar yang berisi tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tentang bagaimana menerapakan metode variasi sehingga mampu meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran

Media Pembelajaran

Alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh peneliti, dalam rangka mempermudah proses pembelajaran dengan metode variasi

E.     Instrumen Penelitian

Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan beberapa analisa, antara lain :

Lembar observasi

Lembar observasi guru digunakan untuk mengungkapkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran antara lain contoh lembar observasi seperti pada lampiran.

Soal tes

Berupa tes hasil belajar berbentuk soal pilihan ganda dan uraian. Soal tes dikerjakan secara invidu oleh siswa. Tes digunakan untuk mendapatkan gambaran hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, tes diadakan setiap akhir siklus. Dari hasil tes pada siklus satu dan dua  dapat ditarik kesimpulan ada tidaknya peningkatan hasil tes yang dilaksanakan. Data yang diperoleh dari hasil ulangan siswa digunakan untuk mengetahui hasil ketuntasan klasikal maupun individual.

Angket/ Kuisioner

Angket diberikan setelah proses pembelajaran berakhir pada akhir siklus. Tujuannya untuk mengetahui respon siswa tentang kekurangan, kelebihan atau kendala yang ada serta saran siswa terhadap proses pembelajaran. Contoh angket dapat dilihat dalam lampiran.

F.     Tehnik Analisis Data

Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas teknik analisis terhadap data yang telah dikumpulkan sebagai berikut :

Data Aktivitas Siswa

Data aktivitas siswa adalah data kegiatan siswa dalam proses pembelajaran selanjutnya diobservasi dengan mengkaitkannya dalam kategori;

Baik                apabila tercatat         ≥          10 tally

Sedang          apabila tercatat         ≥          6 tally

Rendah         apabila tercatat         ≤         6 tally

Indikator observasi ini meliputi; memperhatikan penjelasan guru, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan guru, mengerjakan soal ke papan tulis, dan menyelesaikan tugas mandiri. (Lebih lanjut dapat dilihat dalam lampiran form pengamatan)

Data Hasil Tes Belajar Siswa

Data hasil tes adalah data yang diperoleh oleh peneliti setelah melakukan tes formatif terhadap siswa setelah pembelajaran. Tes belajar siswa dilakukan selama 2 (dua) kali, pada setiap siklus yang dilakukan. Dari hasil tes pada siklus satu dan dua nantinya akan dibandingkan sehingga dapat ditarik kesimpulan ada tidaknya peningkatan hasil tes yang dilaksanakan. Data yang diperoleh dari hasil ulangan siswa digunakan untuk mengetahui hasil ketuntasan klasikal maupun individual. Ketuntasan individiual ditentukan dengan ketentuan:

Adapun rumusan yang digunakan di dalam ketuntasan belajar adalah sebagai berikut :

a).  Ketuntasan secara individu

Rumus persentase

Jumlah skor yang diperoleh   X 100%

Jumlah skor maksimal

b)     Ketuntasan secara klasikal

Rumus  persentase ketuntasan :

Jumlah siswa yang tuntas  X 100%

Jumlah seluruh siswa

Ketuntasan belajar individu dinyatakan tuntas apabila  tingkat persentase ketuntasan minimal mencapai 65 %, sedangkan untuk tingkat klasikal minimal mencapai 85 %  (Depdikbud, 1994,  dalam Kustantini:10)

Angket/ Kuisioner

Data yang diperoleh melalui angket siswa dianalisis dengan menggunakan jumlah responden yang telah menjawab setiap pertanyaan angket. Kategori jawaban terbagi menjadi 3 (tiga) macam: ya, tidak dan cukup.

DAFTAR PUSTAKA

Dahar, Ratna Wilis,1988, Teori-Teori Belajar,Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud, Jakarta.

Degeng, S Nyoman,1989,Taksonomi Variabel ,IKIP Malang, Malang.

Depdikbud, 2002, Pendekatan Kontekstual, Balai Pustaka, Jakarta

Dimyati Dkk,2002, Belajar Dan Pembelajaran, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Haryanto, 2003, Sains Untuk SD Kelas VI, Erlangga, Jakarta

Mulyasa, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, PT Rosda Karya, Bandung

Puskur, 2003, KD Sains SDhttp://www.puskur.net/inc/sd/PengetahuanAlam.pdf.

Suharsimi Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek, PT. Rineka Cipta.Jakarta.

Undang-undang No. 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasionalwww.depdiknas.go.id

Wahyudi, 2001, Tingkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Pelajaran, Editorial Pendidikan Dan Kebudayaan Edisi 36, Depdiknas, Jakarta

 

 

 

Posted on

Penggunaan Alat Peraga Beberan Permainan Simulasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKN

Siswa  kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama

 

Oleh : Bambang Riyanto, S.Pd

Guru SMP Negeri 2 Nglames Kabupaten Madiun

 

(Peserta Workshop Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan

MGMP PKn Kabupaten Madiun tanggal 12 sampai dengan 20 September 2012 )

 

Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat  UU No. 14 tahun  2005 tentang guru dan dosen, mengharuskan setiap guru untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal pembelajaran dan kualitas guru.

Rendahnya  motivasi belajar siswa akan berakibat pada rendahnya hasil belajar dan prestasi siswa.

Berbagai macam metode pembelajaran telah dirancang dengan baik dan maksimal, namun belum mampu memberikan jaminan ketuntasan dan pemecahan kesulitan belajar baik bagi guru maupun peserta didik. Pada umumnya peserta didik merasa jenuh dan membosankan yang disebabkan guru mengajar dengan metode pembelajarn tertentu saja. Proses pembelajaran di kelas pada umumnya terpusat pada guru. Guru cenderung menggunakan metode ceramah yang berarti bahwa guru sebagai satu-satunya sumber informasi, yang berakibat siswa menjadi pasif karena selalu mengharapkan penjelasan dari guru dan tidak mau berusaha untuk kritis dan terampil. Sebagian peserta didik beranggapan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang membosankan untuk diikuti, hal ini karena strategi pembelajaran (metode dan alat peraga pembelajaran) yang telah dirancang guru tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, materi atau bahan yang diajarkan, situasi dan kondisi yang dihadapi di kelas.

Metode yang akan diterapkan guru harus sesuai dengan materi yang akan disajikan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pemilihan metode yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, keadaan siswa dan materi atau bahan yang diajarkan dapat menuntun guru dan siswa ke arah kesuksesan pembelajaran. Jadi, memilih metode dan alat peraga pembelajaran yang tepat dan melaksanakannya dengan benar akan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar, sehingga siswa aktif dalam proses belajar-mengajar dan berani berbicara/menyampaikan gagasannya dalam mengikuti pelajaran. Motivasi belajar siswa meningkat dalam mengikuti proses belajar-mengajar dapat meningkatkan prestasi belajar.

Penggunaan alat peraga pembelajaran beberan permainan simulasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Melihat kondisi saat ini, kegiatan di luar jam pelajaran oleh sebagian siswa dianggap suatu kegiatan yang menyenangkan. Sementara dalam proses belajar-mengajar di kelas (sekolah) adalah kegiatan yang membebani/membosankan, hal ini dibuktikan dengan perilaku sebagian siswa jika berada di dalam kelas, mereka ingin keluar kelas atau pulang.

 

Pengertian Alat Peraga Beberan Permainan Simulasi

Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Kata simulation artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2002:1068) bahwa simulasi merupakan metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksudkan sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui perbuatan yang bersifat pura-pura, atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sesungguhnya.

Pengertian model permainan simulasi (simulation game model) menurut Richard Kindsvatter adalah sebuah model penggambaran yang dinamis tentang suatu sistem sosial (manusia) atau fisik (bukan manusia) yang diabstraksi dari kenyataan dan disederhanakan untuk alasan pembelajaran. Jadi, permainan simulasi adalah model yang menggambarkan atau mengilustrasikan baik sistem sosial maupun sistem fisik yang diabstraksi dari kenyataan dan disederhanakan.

Model permainan simulasi didesain untuk membantu siswa mempelajari dan menganalisis dunia nyata secara aktif. Siswa yang terlibat dalam simulasi mempunyai peranan masing-masing dan berinteraksi dengan siswa yang lainnya. Siswa mengambil keputusan sendiri dan menanggung konsekuensi dari keputusannya. Metode pembelajaran yang seperti ini, tentunya memudahkan siswa memahamai konsep-konsep pelajaran, karena objek yang dipelajari siswa dapat mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun pengertian “beberan” berasal dari bahasa Jawa yang artinya gelaran. Beberan/gelaran pada permainan simulasi maksudnya adalah permainan simulasi dilakukan dengan cara mengelar atau membeber kertas manila/kertas karton yang berisi judul topik / pokok bahasan, pesan / pertanyaan, tempat mulai, tanda stop, dan ruang merah putih.

Pola Dasar Permainan Simulasi

Permainan simulasi merupakan gabungan antara bermain dan berdiskusi. Bermain dan diskusi di sini dilaksanakan dalam kelompok. Oleh karena itu, permainan merupakan suatu kegiatan kelompok. Sebagai suatu metode, maka pola dasar permainan simulasi adalah sebagai berikut :

a) Ada kelompok belajar atau kelompok siswa yang akan melaksanakan kegiatan permainan simulasi.

b) Setiap siswa yang mengikuti permainan simulasi tersebut dinamakan peserta. Dari seluruh peserta ini, dapat dibagi-bagi penamaannya dalam kelompok itu, yakni ada yang dinamakan fasilitator, pemain, peneliti, pemegang peran, dan penonton.

c) Permainan simulasi mempunyai alat permainan yang disebut beberan lengkap dengan gaco dan alat penentu langkah, kartu berwarna, buku pegangan fasilitator, buku catatan fasilitator. Beberan berupa kertas manila/karton yang dibentangkan sebagai media permainan. Pesan-pesan permainan dituliskan pada beberan dan pada katu berwarna.

d) Bermain dan berdiskusi dilaksanakan berdasarkan aturan main dan menurut pesan-pesan yang ada dalam beberan atau kartu berwarna. Pada akhir permainan dibuatkan simpulan oleh fasilitator sebagai hasil simpulan diskusi.

 

Peranan Guru dalam Permainan Simulasi

Dalam pembelajaran menggunakan model yang menuntut siswa berpartisipasi secara aktif, peranan guru sangat minimal. Guru tidak lagi menjadi sumber pengetahuan bagi siswa, yang sepanjang jam pelajaran berceramah menyampaikan pengetahuanya untuk siswa. Guru hanyalah menjadi fasilitator yang mengatur dan menjaga agar pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan dan mencapai tujuan pembelajaran.

Sehubungan dengan model pembelajaran permainan simulasi, peranan guru dalam pembelajaran dibagi atas empat bagian yaitu : (1) memberikan penjelasan, (2) pengawasan, (3) pembinaan, dan (4) diskusi

 

Bahan-bahan dan cara pembuatan alat peraga “beberan permainan simulasi”

a. Kertas manila/karton yang ditulisi/berisikan judul topik / pokok bahasan, pesan/ pertanyaan, tempat mulai, tanda stop, dan ruang merah putih. Penempatan judul topik/ pokok bahasan berada ditengah, penempatan pesan/pertanyaan, tempat mulai, tanda stop, dan ruang merah putih dibuat melingkar. Pesan/pertanyaan yang diberikan tidak perlu terlalu banyak, maksimal 10 pesan/ pertanyaan dengan diselingi beberapa kolom hukuman. Hukuman yang diberikan guru tergantung kebijaksanaan guru, dapat berupa hukuman menyanyi lagu nasional/lagu daerah, menghafalkan Pancasila dan sebagainya.

b. Dadu alat yang lain yang dipergunakan mengatur langkah permainan.

c. Kartu merah putih yang berisi pesan / pertanyaan di luar beberan.

d. gacu/tanda pemain sebanyak sesuai dengan kebutuhan sebagai tanda/gacu bagi peserta/ pemain simulasi

e. Kartu jawaban dan kartu hukuman yang dipegang oleh fasilitator (guru)

 

Bentuk Beberan

 

 

 

Langkah-langkah Permainan Simulasi

Seluruh siswa dikelas dibagi/dibentuk menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok  menunjuk satu wakil siswa untuk mewakili kelompoknya (peserta utama) dan anggota kelompok yang lain sebagai peserta pendukung. Apabila kegiatan sudah berlangsung satu putaran peserta utama digantikan oleh peserta yang lainnya yang ditunjuk oleh kelompoknya untuk menjadi peserta utama dan seterusnya. Guru bertindak sebagai fasilitator. Permainan simulasi dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Beberan simulasi diletakkan diatas meja atau lantai

2. Peserta permainan berdiri atau duduk mengitari beberan yang telah dipersiapkan.

3. Fasilitator mengucapkan salam, fasilitator memandu permainan dengan menunjuk peserta baik sebagai peserta utama dan peserta pendukung.

4. Fasilitator menentukan topik permainan sesuai dengan pokok materi yang akan dibahas dalam kegiatan belajar mengajar / permainan simulasi

5. Peserta utama diberi kartu nomor urut sesuai dengan undian

6. Berdoa awal

7. Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh semua siswa

8. Fasilitator memulai permainan dengan terlebih dahulu memberikan arahan tentang cara permainan sebagaimana kesepakatan peserta.

9. Peserta utama pertama melemparkan anak kubus/dadu keatas beberan simulasi, jika alat permainan tersebut diatas jatuh diluar kolom pertanyaan/tanggapan peserta harus diberi sanksi bernyanyi.

10. Peserta yang mendapat kesempatan pertama atau kesempatan berikutnya membaca pertanyaan atau penyataan sebagaimana dalam beberan simulasi sekaligus memberikan tanggapan atau jawabannya , apabila tanggapan dianggap belum cukup atau belum sempurna dapat minta bantuan peserta lainnya.

11. Sebelum simulasi ini selesai atau ditutup fasilitator memberikan kesimpulan-kesimpulan untuk menselaraskan jawaban atau tanggapan peserta yang dianggap kurang sempurna.

12.Berdoa akhir.

 

Dalam permainan simulasi pada pembelajaran PKn antar siswa terjasi komunikasi yang aktif dan positif, sehingga siswa bersemangat dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Alat peraga beberan simulasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar PKn meningkat maka dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Hello world!

Posted on

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!