Posted on

Penggunaan Alat Peraga Beberan Permainan Simulasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKN

Siswa  kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama

 

Oleh : Bambang Riyanto, S.Pd

Guru SMP Negeri 2 Nglames Kabupaten Madiun

 

(Peserta Workshop Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan

MGMP PKn Kabupaten Madiun tanggal 12 sampai dengan 20 September 2012 )

 

Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat  UU No. 14 tahun  2005 tentang guru dan dosen, mengharuskan setiap guru untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal pembelajaran dan kualitas guru.

Rendahnya  motivasi belajar siswa akan berakibat pada rendahnya hasil belajar dan prestasi siswa.

Berbagai macam metode pembelajaran telah dirancang dengan baik dan maksimal, namun belum mampu memberikan jaminan ketuntasan dan pemecahan kesulitan belajar baik bagi guru maupun peserta didik. Pada umumnya peserta didik merasa jenuh dan membosankan yang disebabkan guru mengajar dengan metode pembelajarn tertentu saja. Proses pembelajaran di kelas pada umumnya terpusat pada guru. Guru cenderung menggunakan metode ceramah yang berarti bahwa guru sebagai satu-satunya sumber informasi, yang berakibat siswa menjadi pasif karena selalu mengharapkan penjelasan dari guru dan tidak mau berusaha untuk kritis dan terampil. Sebagian peserta didik beranggapan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang membosankan untuk diikuti, hal ini karena strategi pembelajaran (metode dan alat peraga pembelajaran) yang telah dirancang guru tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, materi atau bahan yang diajarkan, situasi dan kondisi yang dihadapi di kelas.

Metode yang akan diterapkan guru harus sesuai dengan materi yang akan disajikan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pemilihan metode yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, keadaan siswa dan materi atau bahan yang diajarkan dapat menuntun guru dan siswa ke arah kesuksesan pembelajaran. Jadi, memilih metode dan alat peraga pembelajaran yang tepat dan melaksanakannya dengan benar akan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar, sehingga siswa aktif dalam proses belajar-mengajar dan berani berbicara/menyampaikan gagasannya dalam mengikuti pelajaran. Motivasi belajar siswa meningkat dalam mengikuti proses belajar-mengajar dapat meningkatkan prestasi belajar.

Penggunaan alat peraga pembelajaran beberan permainan simulasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Melihat kondisi saat ini, kegiatan di luar jam pelajaran oleh sebagian siswa dianggap suatu kegiatan yang menyenangkan. Sementara dalam proses belajar-mengajar di kelas (sekolah) adalah kegiatan yang membebani/membosankan, hal ini dibuktikan dengan perilaku sebagian siswa jika berada di dalam kelas, mereka ingin keluar kelas atau pulang.

 

Pengertian Alat Peraga Beberan Permainan Simulasi

Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Kata simulation artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2002:1068) bahwa simulasi merupakan metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksudkan sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui perbuatan yang bersifat pura-pura, atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sesungguhnya.

Pengertian model permainan simulasi (simulation game model) menurut Richard Kindsvatter adalah sebuah model penggambaran yang dinamis tentang suatu sistem sosial (manusia) atau fisik (bukan manusia) yang diabstraksi dari kenyataan dan disederhanakan untuk alasan pembelajaran. Jadi, permainan simulasi adalah model yang menggambarkan atau mengilustrasikan baik sistem sosial maupun sistem fisik yang diabstraksi dari kenyataan dan disederhanakan.

Model permainan simulasi didesain untuk membantu siswa mempelajari dan menganalisis dunia nyata secara aktif. Siswa yang terlibat dalam simulasi mempunyai peranan masing-masing dan berinteraksi dengan siswa yang lainnya. Siswa mengambil keputusan sendiri dan menanggung konsekuensi dari keputusannya. Metode pembelajaran yang seperti ini, tentunya memudahkan siswa memahamai konsep-konsep pelajaran, karena objek yang dipelajari siswa dapat mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun pengertian “beberan” berasal dari bahasa Jawa yang artinya gelaran. Beberan/gelaran pada permainan simulasi maksudnya adalah permainan simulasi dilakukan dengan cara mengelar atau membeber kertas manila/kertas karton yang berisi judul topik / pokok bahasan, pesan / pertanyaan, tempat mulai, tanda stop, dan ruang merah putih.

Pola Dasar Permainan Simulasi

Permainan simulasi merupakan gabungan antara bermain dan berdiskusi. Bermain dan diskusi di sini dilaksanakan dalam kelompok. Oleh karena itu, permainan merupakan suatu kegiatan kelompok. Sebagai suatu metode, maka pola dasar permainan simulasi adalah sebagai berikut :

a) Ada kelompok belajar atau kelompok siswa yang akan melaksanakan kegiatan permainan simulasi.

b) Setiap siswa yang mengikuti permainan simulasi tersebut dinamakan peserta. Dari seluruh peserta ini, dapat dibagi-bagi penamaannya dalam kelompok itu, yakni ada yang dinamakan fasilitator, pemain, peneliti, pemegang peran, dan penonton.

c) Permainan simulasi mempunyai alat permainan yang disebut beberan lengkap dengan gaco dan alat penentu langkah, kartu berwarna, buku pegangan fasilitator, buku catatan fasilitator. Beberan berupa kertas manila/karton yang dibentangkan sebagai media permainan. Pesan-pesan permainan dituliskan pada beberan dan pada katu berwarna.

d) Bermain dan berdiskusi dilaksanakan berdasarkan aturan main dan menurut pesan-pesan yang ada dalam beberan atau kartu berwarna. Pada akhir permainan dibuatkan simpulan oleh fasilitator sebagai hasil simpulan diskusi.

 

Peranan Guru dalam Permainan Simulasi

Dalam pembelajaran menggunakan model yang menuntut siswa berpartisipasi secara aktif, peranan guru sangat minimal. Guru tidak lagi menjadi sumber pengetahuan bagi siswa, yang sepanjang jam pelajaran berceramah menyampaikan pengetahuanya untuk siswa. Guru hanyalah menjadi fasilitator yang mengatur dan menjaga agar pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan dan mencapai tujuan pembelajaran.

Sehubungan dengan model pembelajaran permainan simulasi, peranan guru dalam pembelajaran dibagi atas empat bagian yaitu : (1) memberikan penjelasan, (2) pengawasan, (3) pembinaan, dan (4) diskusi

 

Bahan-bahan dan cara pembuatan alat peraga “beberan permainan simulasi”

a. Kertas manila/karton yang ditulisi/berisikan judul topik / pokok bahasan, pesan/ pertanyaan, tempat mulai, tanda stop, dan ruang merah putih. Penempatan judul topik/ pokok bahasan berada ditengah, penempatan pesan/pertanyaan, tempat mulai, tanda stop, dan ruang merah putih dibuat melingkar. Pesan/pertanyaan yang diberikan tidak perlu terlalu banyak, maksimal 10 pesan/ pertanyaan dengan diselingi beberapa kolom hukuman. Hukuman yang diberikan guru tergantung kebijaksanaan guru, dapat berupa hukuman menyanyi lagu nasional/lagu daerah, menghafalkan Pancasila dan sebagainya.

b. Dadu alat yang lain yang dipergunakan mengatur langkah permainan.

c. Kartu merah putih yang berisi pesan / pertanyaan di luar beberan.

d. gacu/tanda pemain sebanyak sesuai dengan kebutuhan sebagai tanda/gacu bagi peserta/ pemain simulasi

e. Kartu jawaban dan kartu hukuman yang dipegang oleh fasilitator (guru)

 

Bentuk Beberan

 

 

 

Langkah-langkah Permainan Simulasi

Seluruh siswa dikelas dibagi/dibentuk menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok  menunjuk satu wakil siswa untuk mewakili kelompoknya (peserta utama) dan anggota kelompok yang lain sebagai peserta pendukung. Apabila kegiatan sudah berlangsung satu putaran peserta utama digantikan oleh peserta yang lainnya yang ditunjuk oleh kelompoknya untuk menjadi peserta utama dan seterusnya. Guru bertindak sebagai fasilitator. Permainan simulasi dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Beberan simulasi diletakkan diatas meja atau lantai

2. Peserta permainan berdiri atau duduk mengitari beberan yang telah dipersiapkan.

3. Fasilitator mengucapkan salam, fasilitator memandu permainan dengan menunjuk peserta baik sebagai peserta utama dan peserta pendukung.

4. Fasilitator menentukan topik permainan sesuai dengan pokok materi yang akan dibahas dalam kegiatan belajar mengajar / permainan simulasi

5. Peserta utama diberi kartu nomor urut sesuai dengan undian

6. Berdoa awal

7. Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh semua siswa

8. Fasilitator memulai permainan dengan terlebih dahulu memberikan arahan tentang cara permainan sebagaimana kesepakatan peserta.

9. Peserta utama pertama melemparkan anak kubus/dadu keatas beberan simulasi, jika alat permainan tersebut diatas jatuh diluar kolom pertanyaan/tanggapan peserta harus diberi sanksi bernyanyi.

10. Peserta yang mendapat kesempatan pertama atau kesempatan berikutnya membaca pertanyaan atau penyataan sebagaimana dalam beberan simulasi sekaligus memberikan tanggapan atau jawabannya , apabila tanggapan dianggap belum cukup atau belum sempurna dapat minta bantuan peserta lainnya.

11. Sebelum simulasi ini selesai atau ditutup fasilitator memberikan kesimpulan-kesimpulan untuk menselaraskan jawaban atau tanggapan peserta yang dianggap kurang sempurna.

12.Berdoa akhir.

 

Dalam permainan simulasi pada pembelajaran PKn antar siswa terjasi komunikasi yang aktif dan positif, sehingga siswa bersemangat dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar. Alat peraga beberan simulasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar PKn meningkat maka dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s